Legenda Ali Daei: Kisah Ikon Asia Berlaga di Final Liga Champions

Football5star.com, Indonesia – Jika bertanya siapa pemain yang layak menjadi ikon sepak bola Asia? Jawabannya tentu beragam. Pencinta sepak bola nasional bisa saja menjawab Bambang Pamungkas misalnya.

Pada 2017 lalu, Bambang Pamungkas seperti dikutip dari halaman resmi AFC dinobatkan menjadi ikon sepak bola Asia karena capaiannya di tingkat klub ataupun timnas Indonesia. Sah-sah saja jika Bepe dinobatkan sebagai ikon sepak bola Asia.

Di luar Bepe, ada satu nama yang mungkin juga layak disebut ikon sepak bola Asia. Ia adalah mantan striker timnas Iran, Ali Daei. Bagi pencinta sepak bola era 90-an tentu tidak terlalu asing dengan nama satu ini.

Striker bertubuh jangkung dan memiliki kumis tipis sebagai ciri khasnya ialah striker satu angkatan dengan senior Bepe di timnas Indonesia seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Kurnia Sandi, atau Bima Sakti.

Main di Liga Champions

Ali Daei ialah striker Asia yang pernah turun di ajang bergengsi sepakbola Eropa, final Liga Champions. Kapan Daei main di final Liga Champions?

Dikutip dari UEFA.com, Ali ialah pemain yang dimasukkan oleh Ottmar Hitzfeld, pelatih Bayern Munich pada menit ke-87 saat final Liga Champions 1998-99 melawan Manchester United di Stadion Camp Nou, Spanyol.

Ali Daei dimasukkan pada menit-menit akhir saat Munich kala itu masih unggul 1-0. Ali menggantikan pencetak gol Munich, Mario Basler. Ali masuk 7 menit setelah Hasan Salihamidzic masuk menggantikan Lothar Matthaus. Sayang, masuknya Ali malah mengubah alurnya permainan Munchen.

getty images

Ali yang berposisi sebagai striker murni membuat Munich kala itu langsung mengubah formasi. Awalnya Munich menurunkan formasi 5-2-3 mengubah menjadi 4-4-2, dengan Ali berduet dengan Carsten Jancker. Pasalnya, winger Munich lain, Alexander Zickler kala itu sudah digantikan pada menit ke-71 oleh Mehmet Scholl.

Ali pun menjadi saksi saat dua gol yang dicetak oleh Teddy Sheringham merobek gawang Oliver Khan pada menit ke-90’+1 dan dilanjutkan dengan gol dari Ole Gunnar Solskjaer pada menit ke-90’+3. Harapan Ali sebagai pemain Asia pertama yang meraih titel Liga Champions pun kandas.

Striker kelahiran 21 Maret 1969 itu sebelum bergabung ke Munich, bergabung terlebih dahulu ke klub Bundesliga lainnya, Arminia Bielefeld pada 1997. Semusim bersama Arminia, Ali mencetak 7 gol dari 25 caps-nya. Torehan ini pun membuat Munich kepincut. Pada awal musim 1998-99, Munchen resmi meminang Ali.

Gabung di Bayern Munich

Bergabung dengan Munich pun membuat Ali menjadi pemain Asia pertama yang main di Liga Champions. Namun, Ali tidak betah di Munchen, kontraknya yang awalnya tiga tahun hanya diselesaikan satu tahun.

Ia pun hijrah ke Hertha Berlin. Di klub inilah Ali tercatat jadi pemain Asia pertama yang mencetak gol di final Liga Champions tepatnya pada 22 September 1999. Gol itu ia sarangkannya ke gawang Chelsea di babak penyisihan grup, Hertha saat itu menang 2-1.

getty images

Dikutip dari rsssf, Ali pada 2003 kembali ke Iran dan membela Persepolis setelah sebelumnya sempat gabung ke klub Uni Emirat Arab, Al Shabab pada 2002. Pada 2007, ia memutuskan gantung sepatu setelah membela Saipa.

Ali tercatat sempat melatih Iran usai gantung sepatu yakni pada 2008-09. Akan tetap, ia kurang bagus jadi pelatih timnas Iran dan saat ini Ali tercatat sebagai pelatih untuk Saipa, klub menengah di Persian Gulf Pro League.

Comments
Loading...