LEGENDA: Antiklimaks Karier Michel Platini

Football5star.com, Indonesia – Jauh sebelum nama Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi menghiasi berbagai headline media massa, terdapat pesepak bola terbaik dunia era 1980-an.

Layaknya Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, ia juga mahir mengolah si kulit bulat. Juga mengeksekusi bola mati, mampu bermain di berbagai posisi, dan tentunya peraih penghargaan pesepak bola terbaik dunia.

Pesepak bola terbaik era 1980-an yang dimaksud adalah Michel Francois Platini. Michel Platini lahir di Joeouf, sebuah wilayah kecil administrasi di timur laut Prancis pada 21 Juni 1955.

Berkat reputasinya, Platini dianggap sebagai salah satu pesepak bola terbesar sepanjang masa dan pernah terpilih sebagai Presiden UEFA.

Awal Karier Sepak Bola Michel Platini

Awal karier sepak bola Platini tidaklah berjalan mulus. Platini sempat mengalami kesulitan bernafas dan didiagnosis lemah jantung. Bahkan, sebelum menjalani debut senior bersama Nancy pada tahun 1973, Platini mengalami cedera engkel.

Dengan semangat pantang menyerah, Platini berhasil pulih dari cedera. Awal karier turnamen internasional dimulai ketika memperkuat timnas Prancis di Olimpiade Montreal, Kanada pada 1976. Di Olimpiade tersebut, Platini berhasil mencetak 3 dari 9 gol Prancis.

Michel Platini Bersama Timnas Prancis

Setelah Olimpiade, kariernya semakin menanjak. Platini terus menjadi tulang punggung timnas Prancis hingga akhirnya tampil di Piala Dunia 1978. Akan tetapi, perjalanan Prancis di Piala Dunia 1978 hanya sampai babak grup.

Empat tahun berikutnya, Platini kembali memimpin Prancis di Piala Dunia 1982 di Spanyol. Les Blues berhasil melaju hingga babak semifinal sebelum dikalahkan Jerman Barat dengan skor 4-5 melalui adu penalti.

as.com

Michel Platini di Puncak Karier Sepak Bola

Setelah Piala Dunia 1982, Platini fokus dengan klubnya, Juventus. Bersama Juventus, Platini mengalami puncak karier sepak bola, berbagai gelar juara di kompetisi lokal dan Eropa berhasil diraih, serta menjadi top skor liga.

Pada awal dekade 1980-an inilah puncak karier Platini, baik di timnas maupun di klubnya Juventus. Timnas Prancis berhasil diantarkan menjuarai Piala Eropa pada 1984 dengan mengalahkan Spanyol dan menyabet gelar top skor dengan mencetak 9 gol dari 5 pertandingan.

Lalu, Platini menyabet berbagai penghargaan pribadi seperti 3 kali berturut-turut mendapatkan Ballon d’Or 1983 hingga 1985 saat memperkuat Juventus. Setahun berikut, 1986, Platini kembali memperkuat Prancis di Piala Dunia Meksiko.

Prancis berhasil dibawa hingga semifinal sebelum dikalahkan Jerman Barat dengan skor 2-0. Namun, dalam perebutan tempat ketiga, Prancis keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan Belgia 4-2.

Juni 1987, Platini pensiun dari sepak bola saat berusia 32 tahun. Sepanjang kariernya, Platini mencetak 312 gol bersama klub yang dibelanya dari 580 pertandingan dan 41 gol dalam karier Internasional.

ibtimes.com

Antiklimaks

Setelah pensiun, Platini tetap berkecimpung di dunia sepak bola, baik dalam hal teknikal maupun taktikal. Platini sempat melatih timnas Prancis sebelum masuk dalam jajaran eksekutif di UEFA maupun FIFA.

Tahun 2007, Platini terpilih sebagai presiden UEFA dengan mengalahkan Lennart Johansson yang sebelumnya menjabat selama 16 tahun. Berbagai kebijakan diterapkan selama menjabat presiden UEFA.

Platini menentang perpindahan pemain di bawah usia 18 tahun karena menganggap hal tersebut sebagai praktik ilegal sebagai bentuk perdagangan anak.

Platini juga menerapkan kuota pemain lokal untuk klub-klub papan atas Eropa. Selain itu, Platini mengurangi jumlah klub asal Italia, Spanyol dan Inggris yang berpartisipasi di kompetisi Eropa.

Perjalanan karier Platini juga diwarnai hal kontroversial. Pada September 2015, bersama Sepp Blatter, Presiden FIFA saat itu, Platini berada di bawah pengawasan investigasi Komite Etik FIFA karena tersangkut kasus korupsi.

Akhirnya pada 8 Oktober 2015, Platini dihukum 90 hari dari aktivitas olahraga sebelum dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 8 tahun tidak dapat terlibat di dunia olahraga pada 21 Desember 2015.

Michel Platini sebagai Idola

Akan tetapi, terlepas dari sisi kontroversialnya, Platini yang dijuluki Le Roi atau The King tetaplah legenda yang menginspirasi banyak pemain, salah satunya Zinedine Zidane. Zidane yang pernah membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 mengakui bahwa Michel Platini merupakan idolanya.

“Saat saya kecil ketika bermain sepak bola bersama teman, saya memilih ingin menjadi Platini. Saya membiarkan teman-teman saya menjadi pemain lainnya.” Demikian pengakuan Zinedine Zidane yang berpura-pura sebagai Platini ketika bermain sepak bola pada masa kecilnya.

Comments
Loading...