Legenda: Bambang Nurdiansyah, Garis Top Skorer, Hingga Maradona

Football5Star.com, Indonesia – Jika Anda mengingat kembali memori emas sepakbola Indonesia pada SEA Games 1991, siapakah nama pemain yang pertama Anda ingat?

Bisa jadi diantara kalian ada yang langsung mengingat nama yang satu ini. Ya, ialah Bambang Nurdiansyah. Karir sepakbola-nya di kancah nasional tentunya sudah tak asing lagi di telinga para pecinta sepakbola Indonesia.

Banur, begitu sapaan akrabnya, merupakan salah satu pemain yang membawa Timnas Indonesia menjuarai sepakbola SEA Games 1991 di Manila, Filipina. Banur yang kala itu berusia 31 tahun menjadi salah satu striker yang dimiliki Skuat Garuda.

Medali emas dipastikan saat adu penalti yang dimenangkan Indonesia dengan skor 4-3 atas Thailand. Sejak saat itu, nama Bambang Nurdiansyah dan 17 pemain lainnya menjadi nama-nama terakhir yang mampu membawa Timnas Indonesia merengkuh medali emas SEA Games.

Gemilang Juara dan Gelar Top Skor

Legenda: Bambang Nurdiansyah, Garis Top Skorer, Hingga Maradona
Tabloid Bola

Bukan hanya di level timnas, Bambang Nurdiansyah sudah membuktikan kegemilangannya dalam mengolah si kulit bundar saat ia membela klub. Tercatat, sebanyak 6 klub Galatama telah dibelanya semasa berkarir sebagai pemain. Diantaranya adalah Arseto Solo, Tunas Inti, Yanita Utama, Krama Yudha Tiga Berlian, Pelita Jaya, dan Putra Samarinda.

Gelarnya bersama klub pun boleh dibilang cukup bersinar. Banur merengkuh gelar juaranya di level klub secara back to back yakni pada tahun 1983 dan 1984 bersama Yanita Utama. Tak tanggung-tanggung, Banur pun menjadi top skor pada dua tahun tersebut, secara back to back juga tentunya.

Gemilang bersama Yanita Utama membuat Krama Yudha Tiga Berlian tertarik untuk merekrutnya pada tahun 1985. Seolah seperti pembawa keberuntungan, Krama Yudha Tiga Berlian pun juara di tahun pertama dibela Banur. Ia pun juga menjadi top skor di liga Galatama di tahun itu. Artinya, Banur menjadi top skorer selama 3 tahun berturut-turut selama 1983 hingga 1985.

Tak sampai disitu saja, Banur pun turut membawa Pelita Jaya juara Galatama dua tahun berturut-turut pada 1989 dan juga 1990.

Piala Dunia U-20 1979, Main Kontra Diego Maradona

Piala Dunia U-20 dipastikan akan digelar di Indonesia pada 2021 mendatang. Namun, ajang tersebut bukanlah yang pertama kalinya bagi Indonesia ikut serta. Memutar jauh memori ke tahun 1979, Timnas Indonesia pernah berpartisipasi pada Piala Dunia U-20 di Tokyo, Jepang.

Ketika itu, Bambang Nurdiansyah dkk tergabung dengan tiga negara besar sepak bola saat itu, Yugoslavia, Argentina, dan Polandia.

Namun, catatan Indonesia di ajang Piala Dunia U-20 1979 boleh dibilang sangat buruk. Pasalnya, Skuat Garuda babak belur dari tiga lawannya di fase grup. Mereka kalah telak tiga kali beruntun dan mengakhiri fase grup di posisi juru kunci dengan tanpa memasukkan gol, namun kebobolan 16 gol. Kalah 6-0 dari Polandia, 5-0 oleh Yugoslavia, dan juga 5-0 oleh Argentina.

Meski demikian, ada sedikit cerita menarik bagi anak asuhan Sutjipto Suntoro kala itu. Tepatnya adalah pada saat bertanding kontra Argentina. La Albiceleste muda kala itu diperkuat oleh Diego Maradona, yang kemudian menjadi fenomena sepakbola dunia setelahnya.

Kalah 5-0 dari Argentina nampak menjadi sebuah “kewajaran” ketika melihat Diego Maradona yang menjadi ujung tombak lawan. Banur yang kala itu menjadi salah satu lawan dari Maradona pun menceritakan sedikit momen tersebut.

“Maradona saat itu sudah bintang dan bergabung di timnas senior,” ujar Banur, seperti dikutip Football5Star.com dari laman Kompas.

“Namun, karena usianya masih cukup, dia dibawa pelatih Cesar Luis Menotti. Saat itu, pelatih tim junior dan senior Argentina dipegang Menotti,” paparnya.

Setelahnya, Banur mengaku mengabadikan momen dengan Maradona lewat sebuah foto.