Legenda Chelsea Kecam Ross Barkley

Football5star.com, Indonesia – Legenda Chelsea, Eidur Gudjohnsen, kesal dengan Ross Barkley yang ngotot mengambil penalti saat The Blues menghadapi Valencia.

Chelsea kalah 0-1 dari Valencia di matchday 1 Grup H Liga Champions. Bertanding di Stamford Bridge, Rabu (18/9/2019) dini hari WIB. Gol Valencia dicetak oleh Rodrigo pada menit ke-75. Chelsea sebenarnya dapat peluang emas untuk menyamakan kedudukan usai wasit memberi penalti pada menit ke-86.

Penalti tersebut diberikan usai Daniel Wass melakukan handball di kotak penalti Valencia. Barkley, yang baru masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-80, kemudian berniat mengambil penalti.

Namun Willian dan Jorginho, juga Tammy Abraham, kemudian juga terlihat ingin jadi eksekutor. Abraham langsung menyingkir dan Jorginho kemudian juga terlihat memberi semangat kepada Barkley. Namun tidak demikian dengan Willian.

Pemain asal Brasil itu masih berupaya membujuk Barkley. Sementara Barkley tetap kekeh untuk jadi eksekutor. Namun pada akhirnya eksekusi Barkley tak berbuah gol.

Ross Barkley - Chelsea - Football5star
Getty Images

“Hampir tidak sopan kepada rekan setim Anda untuk melakukan sesuatu seperti apa yang dilakukan Ross Barkley. Saya cukup yakin siapa yang menjadi eksekutor penalti sebelum pertandingan,” kata Gudjohnsen di BT Sport.

“Hanya untuk menciptakan semua keributan, ketegangan antara rekan satu tim Anda dan kemudian gagal penalti, Anda hanya menempatkan diri Anda di bawah tekanan yang jauh lebih banyak daripada benar-benar hanya mengambil penalti.”

Menurut Gudjohnson, harusnya Cesar Azpilicueta sebagai kapten bergerak cepat menyelesaikan masalah itu.

“Jika Anda adalah manajer dalam situasi seperti ini, di mana Anda memiliki satu, dua, tiga, empat pemain berdiri di atas bola, dan ada pertanyaan tentang siapa yang akan mengambil penalti, tidakkah Anda ingin kapten Anda turun tangan dan berkata, ‘Dengar, sudah diputuskan sebelum pertandingan siapa yang mengambil penalti’?”

“Tunjukkan otoritas itu sebagai kapten untuk membuat keputusan untuk semua orang yang ada di lapangan,” Gudjohnsen menambahkan.

Comments
Loading...