Legenda: Dennis Bergkamp, Simbol Aerofobia dan Keindahan Sepak Bola

Football5star.com, Indonesia – Banyak yang percaya sepak bola adalah keindahan. Dan para pemainnya adalah pelaku keindahan itu. Tapi tidak semua dari mereka berhasil mengeejawantahkan apa arti keindahan sesungguhnya di lapangan.

Berbicara sepak bola indah, kita memang tidak akan kekurangan sosok panutan. Mulai dari Pele, Diego Maradona, Johan Cruyff, hingga Zinedine Zidane selalu memberikan keindahan tiada tara di lapangan.

Menipu lawan, membuat para penonton menganga, hingga memaksa pelatih geleng-geleng kepala adalah tugas mereka selain membawa timnya meraih kemenangan. Tapi, arti keindahan tidak hanya melibatkan empat legenda besar di atas saja.

zimbio.com

Satu nama yang tak boleh dilupakan adalah Dennis Bergkamp. Memang, berbicara sepak bola Belanda nama pertama yang akan selalu kita sebutkan adalah Johan Cruyff.

Dan jika ada satu nama lain yang layak disandingkan bersama legenda besar De Oranje, itulah Dennis Bergkamp. Tentu saja Negeri Kincir punya banyak talenta hebat. Namun, berbicara soal pemain yang bisa memanjakan mata, nama Bergkamp layak disandingkan bersama Cruyff.

Sebagaimana sang pendahulu, Bergkamp merupakan jebolan akademi Ajax Amsterdam. Sudah sejak 1987 silam namanya masuk dalam generasi emas Jong Ajax.

Memang Tercipta untuk Arsenal

Dennis Bergkamp memang besar dan dikenal saat berseragam Ajax Amsterdam. Namun, secara keseluruhan, semua pyang ia dapat justru ketika berseragam Arsenal.

Bukan perkara mudah untuk Bergkamp saat mengawali karier di Arsenal. Ia datang menyandang status pemain gagal Inter Milan. Menjalani masa kelam di Italia benar-benar mencoreng kariernya.

Keputusan Arsenal mendatangkannya dengan nilai 7,5 juta pounds pun mendapat pertentangan dari fan. Apalagi saat itu sangat sedikit pemain asal Serie A yang bisa sukses di Liga Inggris.

Goal

Anggapan itu dipertegas oleh legenda klub London Utara, Ray Parlour. Ia ragu jika si anak baru bisa mengubah keadaan.

“Ketika kami mendatangani Dennis, kami tidak yakin jika dia bisa mengubah keadaan. Tapi dia hanya membutuhkan waktu sebentar untuk membuktikan kami salah besar,” kata Parlour kepada The Telegraph.

Namun, Bergkamp membalikkan itu semua. Bersama Meriam London, ia meraih apa yang tidak bisa diraih saat masih berseragam Inter. Yaitu kepercayaan pelatih dan kesabaran fan.

Sebagai informasi, Bergkamp langsung mendapat cemooh fan Inter di tahun pertamanya. Maklum saja, ia hanya mencetak delapan gol di musim 1993-1994 kendati terus dimainkan 90 menit.

Torehan itu membuat tifosi kecewa berat. Musim berikutnya semua terasa berbeda. Bergkamp kerap dicemooh fan ketika memegang bola. Faktor ini langsung berdampak pada permainannya di lapangan. Alhasil ia hanya menorehkan dua gol di Serie A musim 1994-1995.

Peristiwa itu dirasa sudah cukup untuk pemain yang takut naik pesawat itu. Ia langsung angkat koper dan memulai kehidupan baru di London.

orange football club

Akan tetapi, awal kedatangannya juga tidak berlangsung mulus. Dia membutuhkan tujuh pertandingan untuk mencetak gol perdanannya. Walau begitu, ia merasa nyaman kendati belum mencetak gol.

Dukungan penuh fan yang selalu mengelu-elukan namanya, juga kepercayaan pelatih Bruce Rioch membuat Bergkamp tak pernah menyerah hingga akhirnya langsung mencetak dua gol saat Arsenal mengalahkan Southampton 4-2.

Di akhir musim, ia menjadi top skorer kedua The Gunners dengan torehan 11 gol. Kontribusinya pun berdampak signifikan untuk performa klub. Dia membawa Arsenal menempati peringkat kelima setelah di musim sebelumnya terpaku di urutan ke-12.

Selama 11 tahun pemain kelahiran Amsterdam mengabdi di Highbury. Tiga gelar Premier League, empat trofi Piala FA, dan tiga piala Community Shield jadi bukti sahih kehebatan sang bomber.

Simbol Keindahan Sepak Bola

Setelah itu, apa yang dilakukan Dennis Bergkamp di Arsenal adalah keindahan. Kedatangan Arsene Wenger membuat dia makin menjadi-jadi di depan gawang lawan.

Bergkamp bukanlah pemain yang hanya menunggu di depan gawang, mencetak gol saat tidak ada pemain yang mengawal, atau ketika gawang sudah kosong melompong. Dia seorang pencari bola, pencipta peluang, dan pembuka ruang untuk rekannya. Satu kelebihan yang tak dimiliki penyerang lain adalah kontrol bola yang di atas rata-rata.

Bukan sekali dua kali dia mencetak gol setelah melakukan kontrol bola sempurna. Hingga sekarang, ia jadi satu-satunya pemain dalam sejarah Premier League yang meraih Goal of the Month tiga kali beruntun dalam semusim kompetisi.

Salah satu gol indah ia cetak ke gawang Newcastle United Agustus 1997. Memanfaatkan umpan mendatar David Platt, ia melakukan kontrol bola tingkat tinggi dengan kaki kiri. Dalam penjagaan dua bek lawan, ia kemudian menyentak bola melewati bahunya sembari membalikkan badan ke arah yang berbeda. Tanpa ampun ia langsung menendang bola ke pojok kiri gawang Newcastle yang dikawal Nikos Dabizas.

Bagi kiper Newcastle, gol tersebut merupakan kenangan tak terlupakan. Bukannya merasa malu karena dibobol dengan cara menakjubkan seperti itu, ia justru bangga bisa menjadi bagian ketika sebuah karya seni tergores dengan indahnya.

“Banyak orang yang berkata soal Dennis dan saya mengerti. Setelah gol itu mereka berpikir jika saya malu dan kesal, tapi itu salah besar. Saya akan beri tahu Anda satu hal. Saya sangat bangga,” kata Dabizas kepada So Foot.

“Saya menjadi bagian dalam sebuah pertunjukan seni luar biasa. Dia melakukannya dengan sangat unik dan itu karya seni sejati. Hanya orang jenius yang bisa melakukannya. Ketika itu kami memang kalah, tapi disaat yang sama saya bilang pada diri sendiri bahwa saya beruntung bisa berpartisipasi dalam momen itu,” tambah kiper asal Yunani.

“Itu adalah salah satu gol terindah dalam sejarah sepak bola dan Anda hanya perlu mengaguminya. Itu adalah bagian dari kehidupan, bagian dari sepak bola indah,” tutupnya.

Setahun berselang, giliran timnas Belanda yang merasakan daya magis seorang Dennis Bergkamp. Menghadapi Argentina di perempat final, liukan maut sang bomber membuat bek sekelas Roberto Ayala mengernyitkan dahi.

Umpan panjang Frank de Boer berhasil disambutnya lewat satu sentuhan menentukan. Bergkamp kemudian membelokkan bola ke arah kiri yang membuat Ayala mati langkah. Dalam keadaan itulah ia memastikan kemenangan Belanda lewat gol kemenangan di masa injury time.

Seindah itulah pria yang kini berusia berusia 50 tahun memanjakan mata pecinta si kulit bundar. Kontrol sempurna, ketenangan yang memadai, kelincahan, teknik, dan kekuatan menjadi satu dalam diri sang legenda.

Tidak sedikit pemain yang mencoba melakukan hal yang sama sepertinya. Tapi mereka kerap menemui kegagalan. Dan itulah yang membuat Bergkamp berbeda.

Berbicara soal Dennis Bergkamp adalah berbicara tentang apa yang membuat sepak bola begitu memikat hati. Dia menempatkan sepak bola di tingkat keindahan paling tinggi.

Ajax AmsterdamArsenalDennis BergkampLegenda