Legenda: Eusebio, Talenta Afrika Kebanggaan Portugal

Pada laga tersebut, Eusebio berhasil mencetak satu gol. Namun, Benfica harus mengakui keunggulan Vitoria dengan skor akhir, 1-4. Partai tersebut menjadi awal mula kegemilangan sang pemain bersama Benfica.

Nama Eusebio mulai dikenal publik dunia pada musim 1962-63. Ketika itu, ia berhasil mencetak 12 gol dari 17 partai liga. Namun, kontribusi tersebut gagal membawa Benfica meraih gelar juara karena mereka hanya finis di urutan tiga. Selain itu, pada musim yang sama, Eusebio juga berhasil membawa Aguias meraih gelar Piala Eropa. Ia berhasil mencetak satu gol ke gawang Real Madrid di partai puncak dan membawa Benfica meraih kemenangan dengan skor 5-3.

Di musim-musim selanjutnya, penampilan Eusebio bersama Benfica semakin menggila. Ia bahkan berhasil meraih gelar Ballon D’Or pada tahun 1965. Total, ia berhasil mencetak 473 gol dari 440 penampilan bersama Benfica di semua kompetisi. Selain itu, ia juga berhasil meraih gelar 11 gelar Liga Portugal, lima Taca de Portugal, serta satu Piala Eropa.

MENJADI PAHLAWAN PORTUGAL DI PIALA DUNIA 1966

Kegemilangan Eusebio tak hanya ia tunjukkan bersama Benfica. Di level internasional, ia berhasil membawa Portugal menjadi salah satu tim terkuat di dunia pada dekade 1960an.

Prestasi terbaiknya di level internasional datang pada gelaran Piala Dunia 1966 yang digelar di Inggris. Berstatus sebagai pemain terbaik di Eropa, Eusebio yang ketika itu masih berumur 24 tahun berhasil tampil gemilang.

Ia mampu mencetak tiga gol di babak grup. Dua dari tiga gol tersebut ia cetak ke gawang Brasil yang memiliki status sebagai tim terbaik di dunia ketika itu. 

Di babak perempat final, Eusebio seorang diri berhasil menyingkirkan tim kuda hitam, Korea Utara. Pada partai tersebut, Portugal harus tertinggal 3-0 pada menit ke-25. Namun, Eusebio tak akan menyerah tanpa memberikan perlawanan. 

Eusebio - Benfica - Portugal - Aljazeera
Aljazeera

Ia berhasil mencetak dua gol sebelum babak pertama usai. Di paruh kedua pertandingan, ia mampu mencetak dua gol tambahan. Selain itu, pergerakan berbahayanya juga membuat salah seorang pemain belakang Korea Utara melanggarnya di dalam area terlarang dan wasit pun menunjuk titik putih. Pada akhirnya, Portugal mampu kembali dari ketertinggalan dan mengakhiri pertandingan dengan skor 5-3.

Kegemilangan Eusebio sempat terhenti di babak perempat final setelah Portugal dikalahkan oleh tim tuan rumah, Inggris. Di partai perebutan tempat ke-3, Eusebio kembali berhasil tampil apik dan mampu membawa Portugal meraih kemenangan atas tim kuat, Uni Soviet.