Legenda Gary Lineker: “Pembunuh Berdarah Dingin” dari Wild West

Football5star.com, Indonesia – Siapa striker terbaik di Inggris? Jawabannya tentu bisa beragam. Akan tetapi, salah satu jawabannya bisa mengerucut kepada satu sosok striker yang dianggap sebagai ‘pembunuh berdarah dingin’ Gary Lineker.

Lahir di Leicester pada 30 November 1960, pemain bernama lengkap Gary Winston Lineker masuk ke akademi Leicester City di usia yang bilang terlambat untuk ukuran pesepak bola yakni 16 tahun. Masuk ke akademi klub berjulukan The Foxes di usia yang cukup matang, Lineker tak membutuhkan waktu lama di akademi Leicester.

Lineker bermain di tim utama Leicester pada tahun baru 1979. Saat itu Leicester City bertemu Oldham Athletic di Divisi II. Pada laga tersebut, Leicester mampu meraih kemenangan 2-0.

Bersama Leicester, Gary berhasil membawa The Foxes promosi dua kali dari divisi kedua Inggris saat itu. Bersama Leicester City, Lineker torehkan 95 gol dari 194 penampilan di semua ajang kompetisi dari musim 1978 hingga 1985.

getty images

Torehan gol ini yang membuat tim asal Liverpool Everton merekrutnya pada musim 1985. Everton saat itu menggelontorkan dana sebesar 800 ribu poundsterling. Lineker hanya menghabiskan waktu satu musim di Stadion Goodison Park.

Meski hanya semusim, hal itu tak membuat ketajaman Lineker berkurang. Ia sukses mencetak 30 gol untuk Everton dari 41 pertandingan di semua kompetisi. Insting golnya yang begitu mengerikan membuat klub Catalan Barcelona kepincut untuk merekrutnya.

Saksi Gol Tangan Tuhan

Adalah sosok Terry Venables yang kala itu melatih Barcelona membuat Lineker hijrah ke Liga Spanyol pada musim 1986. Blaugrana merogoh kocek sebesar 2,8 juta poundsterling untuk bisa menggunakan jasa pemain berpredikat peraih Golden Boot Piala Dunia 1986.

Ya, sebelum memutuskan hijrah ke Spanyol, Lineker tampil apik bersama Inggris di Piala Dunia 1986 yang berlangsung di Meksiko. Meski skuat Tiga Singa hanya mampu bermain sampai babak perempat final, ketajaman Lineker tak bisa dikejar striker lain seperti Diego Maradona, Michel Platini, ataupun Emilio Butragueno.

Di Meksiko, Lineker total mengoleksi 6 gol bersama Inggris. Raihan hat-trick langsung dicetak Lineker saat Inggris mengalahkan Polandia dengan skor 3-0 di Stadion Universitario, Monterrey pada 11 Juni 1986.

getty images

Berkat tiga gol Lineker, Inggris lolos dari lubang jarum dan melaju ke babak 16 besar sebagai runner-up Grup F di bawah Maroko. Bertemu Paraguay di babak 16 besar, Lineker cetak brace untuk kemenangan Inggris 3-0.

Sayangnya, di babak perempat final, Inggris ditekuk musuh abadi mereka, Argentina. Dua gol dari Diego Maradona pada menit ke-51 dan 55, hanya mampu dibalas satu gol oleh Lineker pada menit ke-81.

Di momen ini juga, Lineker jadi saksi Maradona bisa cetak dua gol pada laga itu. Pasalnya gol pertama Maradona pada menit ke-51 dikenal publik sebagai gol Tangan Tuhan.

Angkat koper dari Meksiko. Lineker seperti disebutkan diawal langsung mendapat tawaran dari Terry Venable hijrah ke Spanyol. Hal ini tentu membuat pendukung Everton cukup kecewa. Masa-masa indah mereka bersama Lineker hanya dirasakan satu musim saja.

Disebut pembunuh dari Wild West

Dikutip Football5star.com dari BBC, salah satu legenda Real Madrid Jorge Valadano sempat mengatakan bahwa sosok Lineker bak seorang pembunuh yang berasal dari kawasan Wild West.

“Lineker seperti seorang pembunuh dari kawasan Wild West. Ia memiliki insting gol yang sangat tajam,” kata Valdano.

Pernyataan dari Valdano ini tidak berlebihan. Pasalnya Lineker jadi striker asal Inggris pertama yang mampu mencetak hat-trick di laga El Clasico antara Barcelona vs Real Madrid di Stadion Bernabeu pada musim 1986-87.

Menariknya pada tahun yang sama, Lineker juga torehkan hat-trick di stadion yang sama saat Inggris bertemu Spanyol di laga persahabatan. Catatan dari Marca menyebutkan bahwa sepanjang kariernya Lineker rata-rata mencetak 0,49 gol di tiap pertandingan.

Tak berlebihan jika Valdano menganggap Lineker sebagai pembunuh dari kawasan Wild West. Di Barcelona, Lineker menyumbang dua gelar yakni Copa del Rey 1988 dan Piala Winners setahun kemudian.

Karier Lineker di Nou Camp kemudian menjadi suram. Pasalnya keberadaan Terry Venables di Nou Camp berakhir pada 23 September 1987. Ia dipecat dan digantikan oleh Luis Araganoes yang juga tak bertahan lama.

Di musim 1988, Barcelona diambil alih oleh Johan Cruyff. Pelatih asal Belanda itu tidak terlalu suka dengan gaya bermain Lineker di lini depan. Akibatnya Lineker lebih banyak dimainkan pada sektor tengah.

Keputusan tersebut kemudian Lineker memutuskan pulang kampung ke Inggris pada akhir musim 1988-89. Alasannya tentu saja soal perpindahan posisi dan tak lagi masuknya Lineker di skuat utama Barcelona.

Pemain bersih kartu

Kembali ke Inggris, Lineker bergabung ke Tottenham Hotspur. Bersama klub London itu, ketajaman Lineker makin moncer. Ia mencetak 67 gol dari 105 pertandingan dan mengantarkan Spurs meraih dua gelar, Piala FA dan Community Shield 1991.

Yang menarik dari pemain yang akhirnya mengakhiri karier di klub Jepang Nagoya Grampus Eight tersebut adalah rekornya yang tak pernah mendapat kartu kuning selama berkarier.

getty images

Lineker sebenarnya pernah mendapat kartu kuning saat pertandingan pra musim. Namun jika melihat dari pertandingan resmi, Lineker bersih dari kartu. Ia tak sekalipun pernah mendapat kartu dari wasit.

Artinya meski memiliki insting mencetak gol yang sangat mengerikan, Lineker tak seperti kebanyakan striker oportunis yang menghalalkan segala cara untuk bisa mencetak gol.

Rasanya tidak berlebihan bila FIFA memberi anugerah FIFA Fair Play Award. Saat ini Gary Lineker menekuni pekerjaan sebagai penyiar di salah satu acara olahraga ternama Inggris.

Salah satu hal yang menarik dari seorang Gary Lineker sepanjang kariernya ialah ia menjadi pemain yang pernah BAB di lapangan. Dikutip dari buku autobiogarfi rekan Lineker, Terry Butcher, saat Piala Dunia 1990, Lineker terpaksa BAB di lapangan karena sudah tidak tahan.

“Saya sedang tak enak badan. Perut saya sudah mulas sejak babak pertama. Kemudian bola pun datang di sisi kiri saya. Saya pun coba untuk menekel lawan, setelah itu saya pun buang hajat.”

“Untungnya saat itu hujan deras dan suasana pun sedang kacau balau. Saya harus katakan, saya tak pernah mendapatkan cukup ruang lagi setelah melakukan itu (BAB),” kenang pemain yang mencetak 238 gol dari 460 pertandingan di level klub.

BarcelonaGary LinekerLegendaLegenda InternasionalTottenham Hotspur