Legenda Kevin Keegan Pahlawan Tiga Klub yang Pede Jadi Penyanyi

Football5star.com, Indonesia – Bagi tiga klub, Liverpool, Hamburger SV, dan Newcastle United, sosok Kevin Keegan adalah legenda. Pemain bernama lengkap Joseph Kevin Keegan tersebut memiliki cerita manis di tiga klub tersebut.

Keegan lahir di Armthorpe, Inggris pada 14 Februari 1951. Sepak bola sudah ia kenal sejak kecil. Sang ayah, Joe Keegan dan sang paman, Frank diketahui fan dari Newcastle United. Saat Keegan lahir Armthorpe, Joe tengah bekerja sebagai pekerja tambang. Menurut Joe, Keegan lahir di rumah bibinya, Nellie. Alasannya hanya di rumah Nellie yang saat itu memiliki sambungan listrik.

Legenda Kevin Keegan Pahlawan Tiga Klub yang Gagal Jadi Penyanyi
bbc

Berasal dari keluarga tak berada, Keegan melewati masa kecil denga penuh perjuangan. Keegan mulai mengenal sepak bola saat sang paman, Frank memberikannya bola sepak sebagai kado ulang tahunnya. Sang ayah, Joe pun memberikan sepatu bola yang lebih mirip dengan sepatu bot.

Tiap hari selepas sekolah, Keegan bersama sang adik, Michel selalu bermain sepak bola di taman dekat rumah mereka. Pada 1967, Keegan masuk ke akademi sepak bola Scunthorpe United. Bakatnya mengolah si kulit bundar mulai terasah di tempat ini. Satu tahun bermain di tingkat akademi, ia promosi ke tim utama.

Saat itu, Scunthorpe United bermain di kasta keempat Liga Inggris. Usia Keegan yang sudah menginjak 15 tahun membuat fisik dan kemampuan sepak bolanya makin terasah. Namun untuk jadi pemian profesional, Keegan berada di keputusan sulit. Maklum saja, saat itu Keegan sudah bekerja menjadi juru tulis di sebuah pabrik.

Ron Ashman, eks pelatih Scunthrope melihat keistimewaan pada diri Keegan. Ia pun dibujuk untuk mau menjadi pemain profesional. Bermain di tim utama Scunthrope dari 1968 hingga 1971, Keegan memainkan 124 pertandingan dan cetak 18 gol.

Masa Indah di Liverpool dan Hamburger SV

Meski hanya mencetak 18 gol dan bermain di tim kecil, hal tersebut tak menghalangi Keegan dilirik oleh klub besar Liverpool. Ialah Geoff Twentyman, pemandu bakat Liverpool yang merekomendasikan nama Keegan kepada pelatih legendaris The Reds, Bill Shankly.

Ada cerita menarik saat Keegan mendapat tawaran kontrak dari Liverpool. Sang ayah, Joe saat itu memberi pesan kepada Keegan untuk bisa melakukan negosiasi dengan The Reds. Joe meminta Keegan agar tidak mau jika dibayar murah. Hasilnya, Keegan mendapat bayaran 50 poundsterling per minggu dari Liverpool, padahal Shankly awalnya hanya mau membayar Keegan 45 poundsterling saja.

Legenda Kevin Keegan Pahlawan Tiga Klub yang Gagal Jadi Penyanyi2
thesefootballtimes.

Bersama Liverpool, Keegan menjelma jadi striker haus gol. Shankly kemudian menduetkan Keegan dengan John Toshack di lini depan The Reds. Masih berusia 20 tahun, Keegan di awal kemunculan masih mendapat banyak kritik dari banyak pihak. Lambat laun, ia pun jadi mesin gol untuk Liverpool bersama Toschack.

Sembilan gelar diberikan oleh Keegan untuk Liverpool, termasuk gelar Liga Champions musim 1976–77. Meski tak mencetak gol di partai puncak melawan Borussia Mönchengladbach, Keegan berkontribusi besar bagi The Reds meraih gelar pertama di Liga Champions. Keegan jadi top skor Liverpool di Liga Champins 1976-77.

Gelar Liga Champions ini jadi penutup Keegan berkarier di Anfield. Bintang pujaan publi Anfield ini pun memutuskan hijrah ke klub Bundesliga, Hamburger SV. Keegan pindah ke Jerman dengan nilai transfer 500 ribu poundsterling.

Kepindahannya ke Hamburger sempat diwarnai cerita tak mengenakkan bagi kubu The Reds. Meski pada akhirnya CEO Liverpool saat itu, Sir John Smith tak menghalangi kepindahan Keegan. Namun di kemudian hari, John Smith sempat menyebut Keegan sebagai sosok egois.

Bersama Hamburger SV, Keegan mempersembahkan gelar juara Bundesliga 1978-79. Dan di periode yang sama, Keegan sukses meraih gelar Ballon d’Or 1978 dan 1979.

Messiah di Newcastle United

Setelah pensiun sebagai pemain di Blacktown City pada 1985, Keegan melanjutkan kariernya sebagai pelatih. Pada 1991-92 saat klub Newcastle United berada di jurang degradasi ke kasta kedua Liga Inggris. Keegan ditunjuk menjadi pelatih menggantikan Ossie Ardiles.

Awalnya publik St James Park meragukan kemampuan Keegan sebagai seorang pelatih. Keraguan itu dibayar tuntas oleh Keegan dengan meraih kemenangan pertamanya sebagai pelatih saat Newcastle melawan Bristol.

Bersama asisten Terry McDermott, Keegan sukses membawa Newcastle selamat dari jurang degradasi. Di pekan terakhir, Keegan membawa Newcastle United menang dramatis dari Leicester City. Di musim selanjutnya, The Army Toon sukses menjadi juara Divisi Satu Liga Inggris dan promosi ke Premier League.

Tidak hanya mampu membawa Newcastle ke kasta tertinggi Liga Inggris, Keegan juga jadi pelatih yang munculkan banyak pemain berbakat, salah satunya ialah Andy Cole. Penyerang muda tersebut mampu meraih gelar PFA Young Player of The Year dan jadi mesin gol untuk Newcastle United.

Pada 1997, Keegan mengakhiri kontraknya bersama Newcastle United. Ia pun pindah ke Fulham dan melatih selama satu musim. Setelah Piala Dunia 1998, Keegan ditunjuk menjadi pelatih tim nasional Inggris. Satu tahun melatih Inggris, Keegan sempat melatih Manchester City dari 2001 hingga 2005.

Karier sebagai penyanyi

Di luar prestasi hebatnya di lapangan hijau, Keegan merupakan salah satu pesepak bola yang juga memiliki karier di dunia hiburan. Di tahun keduanya bermain bersama Liverpool, Keegan merilis single yang berjudul ‘It Ain’t Easy’. Memiliki wajah ganteng dengan rambut potongan Poodle Perm, Keegan jadi daya tarik bagi dunia hiburan.

Pada 1979, Keegan kembali mengeluarkan single terbaru berjudul Head Over Heels in Love. Lagu ini kabarnya diciptakan oleh bintang balad Inggris, Chris Norman dan Pete Spencer.

Single kedua Keegan ini sempat masuk ke tanggal lagu Inggris di posisi ke-31 dan berada di urutan ke-10 tangga lagu terpopuler di Jerman. Kecintaan Keegan pada dunia hiburan terus ia lakoni bahkan saat ia sudah pensiun dari sepak bola. Meski sejumlah single yang ia keluarkan tak ada yang meledak di pasaran.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More