Legenda: Robby Darwis, Emas dan Kelam Karier Si “Halik Ku Aing”

Football5Star.com, Indonesia – “Halik Ku Aing!”. Kira-kira, apa yang terbesit di benak Anda ketika membaca atau mendengar kalimat tersebut?

Jika Anda merupakan pecinta sepak bola Indonesia sejati, rasanya tak mungkin jikalau Anda tak mengetahui seorang Robby Darwis. Terlebih, jikalau Anda adalah orang Jawa Barat atau yang berdomisili disana.

Nama Robby Darwis tak asing lagi di telinga publik Jawa Barat. Mereka yang mencintai sepak bola akan langsung terkoneksi dengan harumnya nama Robby yang membawa tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat, Persib Bandung, hingga meraih masa kejayaan.

Robby Darwis lahir di Lembang, Jawa Barat pada 30 Oktober 1964, atau tepatnya pada 54 tahun yang lalu. Sudah cukup tua, bukan? Ya, Robby adalah pemain emas sepak bola Indonesia di era 80-an hingga 90-an. Jika menghitung tahun, sudah pasti pemain-pemain di era tersebut terbilang uzur.

Kalimat “Halik Ku Aing!” muncul sebagai pengistalahan kepiawaian Robby dalam urusan bertahan. Ibaratnya, jikalau ada temannya yang tidak bisa menghentikan lawan, Robby yang akan maju untuk menghadapi lawan tersebut.

Kali ini, penulis tak hanya ingin membawa Anda untuk membaca sederet profil emas dari si-“Halik Ku Aing!”. Sejarah-sejarah juga banyak mencatat bahwa karier Robby tak selalu mulus. Seperti apakah itu?

Juara, Juara, dan Juara

Istimewa

Dia merupakan maestro legendaris Persib Bandung dan palang pintu utama timnas era 1980-an hingga awal 1990-an. Tapi, jarang ada yang tahu, Robby Darwis ternyata dahulu adalah pemain yang bertipikal menyerang sewaktu ia masih menimba ilmu di Sekolah Sepak Bola (SSB).

Namun, seiring berjalannya waktu, pada saat ia bergabung dengan Persib senior di medio 80-an, Robby diplot sebagai stopper, posisi yang baru baginya yang akhirnya justru melekat hingga ia pensiun.

Gelar pertama yang ia berikan kepada Persib adalah pada saat Maung Bandung merebut gelar juara Perserikatan musim 1986. Kala itu, Persib dilatih oleh Nandar Iskandar. Bertemu PSM Makassar di final yang diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Persib berhasil meraih gelar lewat tunggal gol Djadjang Nurdjaman di menit ke-77.

Istimewa

Saat Persib juara Perserikatan 1986 itu, Robby Darwis jadi andalan di lini belakang bersama Adeng Hudaya, Suryamin, dan Mulyono. Mereka membentengi gawang yang dikawal Subor. Adapun lini tengah diisi Adjat Sudradjat, Bambang Sukowiyono, Iwan Sunarya. Sementara itu, Suhendar, Dede Rosadi dan Djadjang Nurdjaman jadi andalan lini depan.

Robby jadi salah satu ikon Persib paling disanjung. Sepanjang kariernya, dia berperan penting mempersembahkan gelar juara untuk timnya: Perserikatan 1986, 1989-1990, 1993-1994, dan Liga Indonesia I 1994-1995.

Pahit Manis di Timnas Indonesia

Istimewa

Melejitnya prestasi Robby bersama Persib membuat ia masuk skuat Timnas Indonesia di tahun 1985. Turnamen pertama yang diikutinya oleh skuat Garuda adalah Asian Games 1986 di Seoul, Korea Selatan.

Saat itu, Timnas Indonesia lolos sebagai runner-up Grup D di bawah Arab Saudi dan melaju ke perempat final. Uni Emirat Arab pun dilibas dengan skor 4-3 lewat adu penalti yang membuat Indonesia lolos ke babak semi final.

Namun naas setelahnya, Timnas Indonesia diberondol gol oleh tuan rumah Korea Selatan dengan skor 4-0. Asa ke babak final pun putus saat itu. Naas tak sampai disitu, ketika perebutan medali perunggu, skuat Garuda kembali keok dengan skor mencolok 5-0 dari Kuwait.

Istimewa.

Pengalaman pahit lainnya dirasakan Robby pada saat Indonesia melakukan Training Camp (TC) di Yunani guna persiapan Kualifikasi Piala Dunia 1994. Pada saat itu, timnas menghadapi klub tersohor dari Yunani, AEK Athens. Indonesia di bawah asuhan Ivan Toplak dipermak 10 gol tanpa balas. Selanjutnya, timnas pun gagal di kualifikasi.

Namun, dari sederet pengalaman pahit tersebut, Robby berhasil mempersembahkan dua gelar bergengsi bagi Timnas Indonesia. Diantaranya adalah medali emas SEA Games 1987 dan 1993.

Terkena Hukuman FIFA

Sanksi dari FIFA datang bermula pada saat ia membela salah satu klub semi-pro Malaysia, Kelantan FA (kala itu masih semi-pro, red) pada tahun 1989. Dikontrak selama satu tahun, Robby justru tak bisa menyelesaikan kontraknya lantaran mendapat skorsing.

Robby dituduh melakukan pemukulan terhadap wasit yang memimpin duel Kelantan FA kontra Singapura dalam laga perdananya di Liga Malaysia yang digelar di Singapura (11/07/1989). Padahal, menurut pengakuannya, Robby tak melakukan hal tersebut. Ia pun menerima kartu merah pada laga itu. Robby kemudian diskors Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) untuk tidak bisa bermain lagi satu musim kompetisi.

Skorsing bagi Robby Darwis semula diberlakukan untuk dua musim, namun menjadi diperpendek hingga 2 Desember 1989. Robby yang kembali ke Persib Bandung pun bisa bernafas lega. Pasalnya, ia bisa bermain kembali pada saat Maung Bandung melawan PS Bengkulu kala itu. Namun sayangnya, ia harus melewatkan dua partai bergengsi yakni saat melawan Persita Tangerang dan Persija Jakarta.

Pikiran-rakyat.

Hal yang lebih menyakitkan, Robby tidak bisa memperkuat Indonesia di SEA Games XV Agustus 1989. Alasannya kasus dari FAM telah dilimpahkan ke FIFA, meski Mahkamah Malaysia telah memutuskan Robby tidak bersalah.

Kabar berkurangnya hukuman FIFA diamini sebagai angin segar oleh Sekretaris Umum PSSI Nugraha Besoes. “Oleh karena itu Persib bisa memainkan Robby Darwis dalam daftar pemain yang akan diterjunkan di Kompetisi Divisi Utama,” kata Nugraha, dikutip Football5Star.com dari laman Pikiran-Rakyat.

Setelah putus kontrak dengan Malaysia, ia menegaskan bahwa Robby bebas memilih klub baru. Nugraha pun menambahkan, kabar ini jadi hadiah perkawinan Robby dengan istri yang diperingati setiap 5 November.

Apa pasal FIFA mengurangi masa skorsing Robby? Ini perkiraan Nugraha. “Barangkali FIFA memutuskan itu setelah kita kirim rekaman video pertandingan itu. Soalnya tidak ada dalam rekaman itu yang menggambarkan Robby memukul wasit,” tutur dia.


This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More