Legenda: Rully Nere, Totalitas dan Pengabdian Mutiara dari Papua

Football5star.com – Rully Rudolf Nere merupakan salah satu sosok legendaris yang disorot berkat pengabdiannya membangkitkan sepak bola putri. Legenda sepak bola Indonesia kelahiran Papua, 13 Mei 62 tahun lalu itu sudah sejak 2015 lalu ditunjuk untuk menangani Timnas putri pada berbagai kelompok usia.

Semasa jadi pemain, Rully pernah memperkuat Persipura Jayapura pada era 1980-an. Dia jua merupakan bagian dari skuad Timnas Indonesia pada periode yang sama, termasuk skuad yang meraih medali emas SEA Games 1987 silam.

Rully juga merupakan salah satu otak serangan timnas pada Pra-Piala Dunia 1986. Mutiara dari Papua ini merupakan pemain gelandang yang ditugaskan menyalurkan umpan-umpan manja kepada duet Bambang Nurdiansyah dan Dede Sulaiman kala itu.

Pengabdian Membangun Sepak Bola Indonesia

PSSI

Usai gantung sepatu, nyaris seluruh hidupnya diabdikan untuk membangun sepak bola Indonesia. Dia mengawali kariernya sebagai pelatih di PSPS Pekanbaru Persiba Bantul, dan PSBS Biak.

Pada 2014, PSSI menunjuknya untuk menangani Timnas U-19 B menggantikan Rudy Keeljtes. Sayang, kiprahnya di Piala AFF U-19 2014 terbilang buruk. Dalam dua laga di Grup A, Indonesia di bawah Rully Nere dua kali kalah, yakni takluk 2-6 dari Thailand, dan 0-3 dari Myanmar.

Setahun berselang, Rully lantas ditunjuk untuk menangani Timnas Wanita Indonesia hingga kini. Prestasinya bersama Timnas putri Indonesia cukup membanggakan.

Dia membawa pasukannya lolos ke fase kedua Olimpiade 2020. Namun sayang, Timnas putri gagal melangkah ke ajang multievent olahraga itu setelah gagal total di fase Grup A.

Totalitas Bangun Sepak Bola Putri

Melatih pemain putri jelas berbeda cara dengan putra. Bila putra, pelatih biasanya langsung keras dan disiplin agar pemain tahu maksudnya. Namun, untuk melatih pemain putri, cara-cara halus dari hati ke hati menjadi kunci. Begitulah yang dilakukan legenda sepak bola Indonesia asal Papua ini.

“Penting sekali ajari mereka teknik dasar karena mereka datang main saja, ada yang dari futsal, padahal lapangan, jaga jarak dan atur posisinya beda,” kata Rully.

Untuk melatih tim putri, tak bisa dikerasi. Disiplin, kata mutiara dari Papua ini memang jadi yang utama. Tapi harus perlahan-lahan. Salah-salah kata, pemain putri bisa langsung cembereut dan malah demotivasi.

“Kalau mereka salah, maksud kita untuk ajari dia agar bisa betul, bukan marah,” papar dia.

Saat ini Rully Nere tengah bekerja keras untuk membuat Timnas putri berprestasi pada ajang Piala AFF Putri 2019 yang bakal dihelat 16 Agustus mendatang.

Saat ini pasukannya sudah berada di Chonburi, Thailand. Indonesia sendiri berada dalam Grup B bersama Myanmar, Vietnam, dan Kamboja.

Comments
Loading...