Sudirman: Asa Pahlawan Peraih Emas SEA Games 1991 di Tim Garuda Select

Football5star.com, Indonesia – Bertempat di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina 19 tahun lalu, bek tengah kelahiran Pekanbaru, Riau ditunjuk oleh Anatoli Fyodorich Polosin sebagai algojo terakhir timnas Indonesia saat adu penalti melawan Thailand di babak final SEA Games 1991.

Beban berat ada di pundak pemain yang juga sempat membela Arseto Solo tersebut. Menjadi penendang terakhir di babak tos-tosan demi sebuah gelar di akhir laga bukan perkara mudah. Mudah mental baja untuk melakukannya.

Nyatanya bak aksi gerilya Jenderal Besar Soedirman yang tak kenal takut terhadap musuh, Sudirman nama si pemain itu mampu menunaikan tugasnya. Sepakannya meluncur deras tanpa bisa diantisipasi oleh kiper Thailand, Chaiyong Khumpiam.

Kepercayaan diri pemain yang berposisi sebagai bek itu, tak hanya membuat Indonesia unggul. Mental pemain Thailand pun runtuh. Sebelumbya penendang keempat tim Gajah Putih itu, Ronnachai Sayomchai tak mampu merobek gawang Eddy Harto.

Skuat besutan Carlos Roberto itu tentu saja mengira, Sudirman yang berposisi sebagai bek akan kesulitan menceploskan bola. Lazimnya, saat babak adu penalti, pelatih biasanya menunjuk pemain tengah atau depan sebagai penendang pertama.

Berawal di Stadion Sriwedari

Karier pertama Sudirman sebagai seorang bek bermula di Stadion Sriwedari, Solo pada 1988. Baru pada 1996, ia pindah dari klub yang dimiliki keluarga Soeharto itu ke Bandung Raya. Di klub Arseto, ia kemudian sering dipanggil ‘Jenderal’ karena kesamaan nama dengan Jenderal Besar Soedirman.

Skill bermain Sudirman sendiri terasah di kampung halamannya. Ia tercatat sempat menimba ilmu di PS Angkasa Pekanbaru, Diklat Sepakbola Medan dan Diklat Ragunan. Sebagai pemain, Sudirman sudah sangat kenyang dengan asam manis digebleng sebagai seorang atelt di tingkat akademi, diklat hingga klub profesional.

persija.id

Sudirman mulai merumput sebagai pemain sepak bola di lapangan Simpang Tiga, yang terletak di kompleks AURI di Pekanbaru. Saat itu ia duduk di kelas V SD, namun langsung terpilih masuk tim Pekan Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (POPS) Riau saat di bangku kelas II SMP

Yang menarik darah sepak bola Sudirman ternyata diwarisi dari sang ayah. Dikutip Football5star.com dari Pos Kota, Selasa (18/2/2020) ayah dari Sudirman, Atam Sudradjat tercatat sebagai pesepak bola tim sepakbola AURI ketika pembukaan Ganefo tahun 1962 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).

Sebagai anak dari pesepak bola, Sudirman memiliki keahlian yang bagus sebagai seorang bek. Atas dasar itu, Diklat Sepak Bola Medan merekrutnya dari PS Angkasa Pekanbaru. Di diklat Medan inilah, Sudirman bertemu dengan pemain-pemain yang kelak jadi legenda sepak bola nasional seperti Perry Sandria, Iwan Setiawan, Toyo Haryono dan Rehmalem Perangin-angin.

Karier sepak bola Sudirman sebagai pemain terhenti saat ia mengalami cedera retak tulang fibula dan sebelumbya ia juga sempat menjalani operasi hernia fermoralis ketika berlatih bersama Arseto Solo pada 1995.

Meski cedera retak tulang fibula bisa membahayakan dirinya, Sudirman nyatanya masih terus berkarier sebagai pemain hingga era 2000-an. Setelah sempat menjalani karier di klub tanah kelahiran, PSPS Pekanbaru, pada 2002 ia bermain di Persid Jember.

Menjaga trah di sepak bola

Meski Sudirman sudah tak lagi aktif sebagai pemain, sepak bola tak bisa ia lepaskan dari hidupnya. Pun setelah ia membina biduk rumah tangga dengan atlet bola voli, Tri Wahyuni. Sudirman masih berupaya menjaga trah Sudirman di sepak bola.

Putra-putri Sudirman nyatanya berkarier seperti ayah dan ibunya. Putra bungsu Sudirman, Rizky Muhammad Sudirman saat ini menjadi bagian dari tim Garuda Select yang menimba ilmu di Italia. Rizky tak menampik bahwa jatuh cintanya pada sepak bola tak lepas dari peran sang ayah.

“Saya suka sepak bola sejak SD (Sekolah Dasar). Ayah pemain sepak bola dahulunya, tapi bermain sepak bola itu karena keinginan sendiri, jadi bukan paksaan dari orang tua,” kata Rizky seperti dikutip dari nysnmedia.

Sudirman: Asa Peraih Medali Emas SEA Games 1991 di Tim Garuda Select
bolalob.com

Menariknya, di awal kariernya Rizky di akademi Villa 2000 sempat menjadi seorang striker. Namun pada akhirnya, ia kini memiliki kesamaan dengan ayah, sama-sama menjaga gawang tim yang dibela agar tidak kebobolan.

Sudirman sendiri mengakui bahwa saat awal bermain sebagai pesepak bola, ia juga mendapat support dari sang ayah, Atam Sudrajat. “Tapi sekarang ayah saya balik membanggakan saya, karena saya sudah berkali-kali tampil di Senayan, ” kata Sudirman.

Maka tak mengherankan jika mantan pelatih Persija Jakarta itu selalu setia mengantarkan Rizky berlatih di Sekolah Sepak Bola Villa 2000 di daerah Pamulang maupun dua putrinya Nandita Ayu Salsabila dan Tasya Aprilia Putri (dua putri Sudirman adalah atlet bola voli) ke Stadion Madya di kawasan Gelora Bung Karno.

Rizky sendiri saat ini berstatus sebagai iper tim U16 Persija Jakarta. Dia pernah ikut dalam program Garuda Select tahap pertama dan diminta ikut program Garuda Select II untuk menambah stok penjaga gawang di dalam tim.

Dikutip dari laman Garuda Select, Rizky berangkat menuju Italia dalam persiapan menyambut laga kontra Juventus pada Januari lalu.

“Senang sekali bisa kembali dipanggil ke skuad Garuda Select! Selama mengikuti program di angkatan pertama, saya sudah dapat banyak pelajaran mulai dari fisik, mental, hingga pengalaman bertanding menghadapi tim-tim di Inggris,” ujar Rizky.

Karier Sudirman:

Pemain:

  • PS Angkasa Pekanbaru
  • Diklat Sepakbola Medan
  • Diklat Ragunan
  • Arseto Solo (1988/1996)
  • Bandung Raya (1996/1998)
  • Pelita Jaya (1998/2000)
  • PSPS Pekanbaru (2000/2001)
  • Persikaba Badung (2001/2002)
  • Persid Jember (2002).

Pelatih:

  • Argo Pantes (2000)
  • Persid Jember (2002)
  • Persisam Samarinda (2004)
  • Persika Kota Baru (2006).
  • Asisten tim nasional U-17 (2006)
  • Asisten tim nasional U-19 (2007)
  • Asisten tim nasional U-21 (2008)
  • Persija U-19 (2018)
  • Persija U-20 (2019)
  • Pelatih sementara Persija (2019)

Prestasi:

  • Emas SEA Games 1991
  • Runner up Liga 1 U-19 2018