Legenda Yasuhiko Okudera, Buruh Pabrik yang Jadi Pemain Jepang Pertama di Eropa

Football5star.com, Indonesia – Sepak bola Jepang saat ini adalah raja di Asia. Di kompetisi Eropa, bermunculan talenta terbaik Negeri Matahari Terbit. Namun siapa pemain Jepang pertama di Eropa? Tentu tak banyak yang tahu bahwa pemain Jepang yang bisa menembus kompetisi Eropa pertama ialah seorang buruh pabrik listrik bernama Yasuhiko Okudera.

Bagi pencinta Bundesliga tentu tidak terlalu asing dengan nama pemain satu ini. Ia adalah pemain Jepang pertama yang berhasil memikat klub Jerman, Köln untuk merekrutnya pada 1976-77. Musim itu, Koln bukan klub sembarangan.

Legenda Yasuhiko Okudera, Buruh Pabrik yang Jadi Pemain Jepang Pertama di Eropa
fifa.com

Di asuh oleh Hennes Weisweiler, Koln pada musim sebelumnya finis di urutan empat besar Bundesliga. Saat Okudera datang, klub berjuluk The Billy Goats tersebut berhasil mempertahankan tiket bermain di kompetisi Eropa.

Karier sepak bola Okudera sendiri bisa dibilang bukan hal yang diniatkan. Sepak bola di Jepang pada era 70-an bukan seperti saat ini. Kompetisinya masih amatir dan masih sangat terbelakang, bahkan masih kalah dibanding dengan Indonesia. Hal itu juga yang membuat Okudera setelah lulus dari Shonan Institute of Technology High School memilih untuk bekerja di pabrik elektronik ternama di Jepang, Furukawa Electric.

Jadi andalan tim amatir

Namun sejak masih duduk di sekolah, Okudera sudah tergila-gila pada sepak bola. Ia pun lantas bergabung ke tim amatir yang dibuat oleh perusahaan, tempatnya bekerja. Kelak tim amatir ini berganti nama menjadi JEF United Chiba, yang sekarang berkompetisi di kompetisi kasta kedua Liga Jepang.

Hampir tujuh tahun, Okudera bermain di tim sepak bola Furukawa Electric. Ia pun jadi salah satu pemain andalan tim tersebut di lini tengah. Tak heran jika kemudian ia pada akhirnya masuk ke tim nasional Jepang. Jalan untuknya berkarier di Eropa datang pada musim panas 1977.

Pelatih Jepang saat itu, Hiroshi Ninomiya mengajak skuat Jepang mengadakan pemusatan latihan di Jerman. Tujunnya tentu saja untuk bisa menambah ilmu para pemain yang masih dianggap sebagai pemain amatir tersebut. Saat itu, tim Jepang mengadakan sesi latihan tanding dengan Koln.

Aksi Okudera selama sesi latihan dan sejumlah laga uji coba menarik minat pelatih Hennes Weisweiler. Pria yang wafat pada 1983 ini bukan pelatih sembarangan, ia satu angkatan dengan legenda Jerman seperti Jupp Heynckes hingga Berti Vogts.

Weisweiler pun yakin dengan kemampuan Okudera dan langsung menawari kontrak profesional kepadanya. Awalnya Okudera sangat tidak yakin dengan tawaran menggiurkan ini. Saat itu tidak ada pemain Jepang yang bermain secara profesional.

Penolakan keluarga dan bersinar di Bundesliga

Setelah sempat kembali ke Jepang, tawaran dari Koln masih jadi beban pikiran Okudera. Apalagi keluarga dan perusahaan tidak ingin kehilangan dia. Namun pada akhirnya, Okudera menerima tawaran dari Koln. Usut punya usut, ada campur tangan federasi sepak bola Jepang untuk memperlancar kepindahan Okudera.

Federasi sepak bola Jepang saat itu menyebut bahwa ada kepentingan nasional yang harus diperhatikan Okudera agar menerima tawaran dari Koln. Keluarga dan perusahaan pun diyakinkan dan sebagai kompensasi, Koln bersedia membayar 75 ribu poundsterling untuk mendapat Okudera.

Datang ke Jerman, Okudera jadi satu-satunya pemain non Eropa di skuat Koln. Adaptasi jadi hal tersulit pertama yang dilakukan pemain kelahiran Kazuno, Jepang ini. Di musim pertamanya, Okudera dianggap masih terlalu canggung dan tak memiliki inisiatif bagus sebagai seorang gelandang.

Namun Weisweiler masih sangat percaya kepadanya. Mantan buruh pabrik listri ini pun diberi kesempatan bermain sebanyak 24 pertandingan di musim pertamanya dan mampu mencetak 6 gol. Faktanya, dua gol Okudera di dua pertandingan Koln pada musim itu membuat The Billy Goats meraih gelar juara Bundesliga pada musim itu.

Pada musim pertamanya di Bundesliga, Okudera langsung menyumbang dua gelar, juara Bundesliga dan DFB Pokal. Perjudian Weisweiler datangkan pemain Jepang pertama di Eropa tak keliru.

Kemampuan Okudera tak hanya membuat publik Jerman terkagum-kagum. Salah satu pelatih legendaris Inggris, Brian Clough sempat dibuat repot oleh skill Okudera. Saat Nottingham Forest jumpa Koln di babak semifinal Liga Champions 1977-78, Okudera sukses mencetak 1 gol di leg pertama yang berlangsung di markas Nottingham.

Meski mampu mencetak 3 gol ke gawang Nottingham, di leg kedua di markas sendiri, RheinEnergieStadion, Klon menyerah 0-1 lewat gol Ian Bowyer. Di musim itu sendiri, Brian Clough sukses membawa Nottingham menjadi juara Liga Champions.

Setelah dari Koln, Okudera sempat Hertha Berlin dan Werder Bremen. Pada 1986, setelah bermain sebanyak 159 kali bersama Bremen, Okudera memutuskan untuk pulang kampung dan mengakhiri karier di klub pertamanya, Furukawa Electric.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More