Leonardo Veliz Tak Mau Klaim Diri sebagai Penemu Cristiano Ronaldo

Football5Star.com, Indonesia – Sosok Leonardo Veliz punya arti penting dalam karier Cristiano Ronaldo. Eks pemain timnas Cile itulah yang mengendus bakat istimewa CR7 yang lantas memikat hati Laszlo Boloni, pelatih Sporting CP waktu itu.

Leonardo Veliz langsung terkesan saat melihat aksi Cristiano Ronaldo yang kala itu berumur 14 tahun. Dia melihat paket lengkap dalam diri anak asal Madeira itu. Selain punya fisik prima, kemampuan dan skill apik, dia juga punya mentalitas dan perilaku baik.

Meskipun demikian, Veliz tak mau mengklaim diri sebagai penemu Ronaldo. Dia juga enggan mencari-cari perhatian megabintang yang kini memperkuat Juventus itu. Dia bahkan tak ambil pusing bila CR7 tak lagi mengenali dirinya.

Leonardo Veliz menjaring bakat-bakat istimewa bagi Sporting CP pada akhir 1990-an.
latercera.com

“Dalam hal ini, saya harus fair. Saya bisa katakan bahwa tak ada seorang pun yang dapat dikatakan menemukan talenta seseorang. Talenta dapat dideteksi dan dikembangkan,” kata Leonardo Veliz seperti dikutip Football5Star.com dari Red Gol.

Dia lebih lanjut mengungkapkan, “Soal CR7, saya tak tahu apakah ini baik atau tidak. Saya suka berteman, tapi tak coba mengikuti mereka dan terus-menerus mencari perhatian.”

Bagi Veliz, tak masalah bila Ronaldo melupakan dirinya. Dia menganggap hal itu wajar-wajar saja. “Bersama para pemain U-17 Cile pun begitu. Mereka meninggalkan saya dan menjalani hidup masing-masing. Saya pun berkawan dengan Marcelo Bielsa selama di Newell’s Old Boys, tapi tak pernah lagi berhubungan dengan dia,” urai pria berumur 75 tahun itu.

Terkait Ronaldo, Leonardo Veliz mengaku bisa saja mencuri-curi perhatian karena sepanjang tahun lalu sempat dua kali menyambangi Italia. Namun, hal itu tak dilakukannya.

“Tahun lalu, saya ke Italia, tepatnya Firenze, tapi saya tak berharsrat berbicara dengan (Erick) Pulgar dan dia pun tak tahu saya ada di sana. Lalu, saya pun hanya 4 jam perjalanan untuk bertemu Cristiano. Saya bersama istri justru menemui orang-orang lain,” ujar Leonardo Veliz.