Liga 1 Dihentikan, Bek PSIS Semarang Takut Tak Digaji

Football5star.com, Indonesia – Bek PSIS Semarang, Muhammad Rio Saputro, mengaku cukup khawatir dengan masa depannya setelah PSSI resmi memberhentikan Liga 1. Pemain berusia 24 tahun itu mengaku khawatir tak akan digaji oleh manajemen klub.

Dalam surat edarannya, PSSI memang memutuskan untuk menghentikan Liga 1 hingga tanggal 29 Mei mendatang. Kompetisi kemungkinan baru bisa dilanjutkan pada tanggal 1 Juli mendatang apabila pemerintah sudah mencabut status status darurat akibat serangan COVID-19.

Tak hanya menghentikan kompetisi, PSSI juga memberikan kebijakan lainnya terkait nasib para pemain. Yakni, kebijakan pemotongan gaji kepada seluruh pemain, pelatih, serta offisial tim peserta Liga 1 sebesar 75% dari nilai kontrak selama bulan Maret hingga Juni.

Rio Saputro - PSIS Semarang - Liga 1 - @psisfcofficial
instagram.com/psisfcofficial

“Mungkin sedikit merugikan tim berhentinya kompetisi. Soalnya, PSIS lagi bagus dan untuk masalah kontrak ini nanti akan dibahas bersama manajemen,” kata Rio Saputro seperti dikutip football5star.com dari laman AyoSemarang.

“Saya rasa manajemen juga pasti keberatan jika harus tetap menggaji pemain dalam kondisi diberhentikannya Liga 1 ini. Kita juga tahu ini karena soal keselamatan dan kesehatan semua pemain serta suporter,” sambung Rio menambahkan.

Rio sendiri saat ini masih berada di mes pemain PSIS. Ia mengaku tetap bertahan di mes karena lengkapnya peralatan latihan yang disediakan oleh manajemen klub.

“Kebetulan di mes ada alat untuk olahraga yang disediakan klub. Jadi saya bisa latihan mandiri menggunakan alat di sini,” ujar pemain asal Jepara itu.