Football5star
Berita Sepak Bola Terkini Terlengkap Football5star.com

Dortmund Kalah Karena Kurang Percaya Diri

244

Football5Star.com, Indonesia – Borussia Dortmund harus menghentikan langkah di kancah Liga Champions musim ini. Kekalahan 1-2 dari Tottenham Hotpurs pada matchday V, Rabu (22/11/2017) dinihari WIB, memastikan mereka gagal lolos ke babak 16-besar. Menurut pelatih Peter Bosz, kekalahan itu terjadi karena para pemainnya kurang percaya diri.

Menurut Bosz, Mario Goetze dkk. sebetulnya tidak bermain buruk. Terutama pada babak pertama. Namun, segalanya berubah saat Tottenham mampu membuat gol penyeimbang lewat Harry Kane.

“Setelah mereka menyamakan kedudukan jadi 1-1, Anda bisa lihat para pemain tak punya kepercayaan diri untuk mempertahankan permainan. Kami bermain bagus pada babak pertama, menjaga daerah dengan baik, dan mampu membuat peluang-peluang. Setelah gol penyeimbang, itu semua terhenti begitu saja,” terang Bosz usai laga.

Peter Bosz akui mulai tertekan di Borussia Dortmund.
ed.nl

Kepercayaan diri yang lemah itu, menurut pelatih berumur 54 tahun tersebut, adalah pangkah masalah timnya. Dia menunjuk gol-gol lawan yang berawal dari kesalahan sendiri sebagai buktinya. “Saat ini, kami hanya kurang percaya diri. Ini bisa dimengerti karena kami sudah sangat lama tak meraih kemenangan,” tambah dia.

Kini, pelatih asal Belanda itu mulai mengalihkan perhatian dari Liga Champions ke Derbi Lembah Ruhr melawan FC Schalke 04 pada akhir pekan nanti. Dia mengakui, laga itu bisa jadi penentuan nasibnya di Signal Iduna Park. Seperti dirumorkan beberapa media sebelumnya, Bosz bisa dipecat andai Dortmund kalah dari Tottenham dan Schalke.

“Saya tahu persis betapa penting menang atas Schalke (akhir pekan nanti). Bukan hanya bagi tim, melainkan juga bagi posisi saya (sebagai pelatih),” ungkap mantan pelatih Ajax Amsterdam itu seperti dikutip Reviersport.

Performa Die Schwarzgelben di tangan Bosz memang memprihatinkan. Mereka kini kalah dalam tiga laga beruntun. bahkan, dalam sembilan laga terakhir, mereka hanya sekali menang. Itu pun atas tim Divisi III, Magdeburg, di DFB Pokal. Tak heran bila tekanan berat kini dihadapi sang pelatih.