Footbal5star
Berita Sepak Bola Terkini Terlengkap Football5star.com

Kalahkan Hoffenheim, Liverpool Perpanjang Rekor

119

Football5star.com, Indonesia – Kemenangan Liverpool atas Hoffenheim pada leg kedua play off  Liga Champions menorehkan catatan tersendiri. Selain membawa The Reds lolos ke fase grup, kemenangan tersebut juga memperpanjang rekor tidak terkalahkan Liverpool ketika menghadapi tim Jerman di Anfield.

Hoffenheim menjadi tim Jerman ke-8 yang hadir ke Anfield tadi malam. Pada pertemuan-pertemuan sebelumnya menghadapi tim Jerman, Liverpool berhasil memenangi 14 laga dari total 17 pertandingan. Tim Jerman pertama yang gagal menang di Anfield adalah FC Koeln. Saat itu, kedua tim bermain imbang 0-0 pada perempat final Piala Champions 1964-65.

Sementara tim terakhir yang gagal meraih poin ketika bermain di Anfield adalah Borussia Dortmund pada Europa League musim 2015-16. Saat itu merupakan pertandingan perempat final leg kedua, dan tim asuhan Thomas Tuchel kalah dramatis 3-4 dari tuan rumah.

Pemain Liverpool asal Jerman, Emre Can, menyambut baik torehan rekor ini. Can, yang menjadi bintang saat mengalahkan Hoffenheim dengan torehan dua golnya, mengaku puas. Ia senang timnya bisa memperpanjang tren positif kala hadapi tim asal negaranya.

“Sangat spesial rasanya. Akan tetapi memang selalu terasa spesial untuk bermain di Anfield di depan dukungan para fans. Pujian setinggi-tingginya untuk mereka. Tim juga telah bekerja keras sepanjang laga, aku sangat senang,” kata mantan pemain Bayer Leverkusen tersebut.

Bayer Leverkusen merupakan tim yang paling sering kalah di Anfield. Dari dua kesempatan pada 2002 dan 2005, mereka selalu pulang dengan kepala tertunduk. Pertemuan pertama terjadi saat perempat final Liga Champions, saat itu, tim asuhan Klaus Toppmoeller dikalahkan Sami Hyypia dkk dengan skor 1-0.

Lawatan kedua pada 2005 juga berakhir sama. Liverpool, yang saat itu dilatih Rafael Benitez, mengirim pulang Leverkusen dengan skor 3-1. Di akhir turnamen, Liverpool berhasil keluar sebagai juara usai kalahkan AC Milan lewat adu penalti di partai final. Final tersebut menjadi salah satu final terbaik sepanjang sejarah Liga Champions.