Buangan Liga Champions yang Jadi Raja Liga Europa

657

Football5Star.com, Indonesia – Atletico Madrid baru saja menasbihkan dirinya sebagai raja di Liga Europa. Keberhasilan ini pun semakin menegaskan dominasi klub-klub yang terbuang dari Liga Champions di kompetisi nomor dua Eropa tersebut.

Klub pertama yang melakukan itu adalah Galatasaray pada 1999-2000. Kalah bersaing dengan Chelsea dan AC Milan di fase gurp Liga Champions, raksasa Turki justru tidak menemui hambatan berarti di turnamen yang dulu masih bernama Piala UEFA.

Mereka bahkan mampu mengalahkan Arsenal di partai puncak lewat adu penalti. Setelah itu, Feyenoord mengulang cerita serupa dua musim setelahnya. Sempat melewati hadangan PSV Eindhoven dan Inter MIlan, klub Belanda tersebut akhirnya mempecundangi Borussia Dortmund 3-2 di final.

Tuah klub terbuang dari Liga Champions juga dirasakan CSKA Moskow pada musim 2004-2005. Tidak memiliki tradisi bagus di Liga Champions, Igor Akinveev dkk justru tampil mengejutkan di Liga Europa hingga akhirnya mengangkat trofi juara.

indiatoday.in

Setelah itu, Shakhtar Donetsk dan Atletico secara beruntun memenangi Liga Europa setelah terbuang dari Liga Champions di musim 2008-2009 dan 2009-2010. Tidak hanya klub-klub “kelas dua”, Chelsea pun pernah mengukir cerita yang sama saat memenangi Liga Europa di tahun 2013.

Cerita menarik pernah diukir Sevilla saat mencatatkan hat-trick juara Liga Europa beberapa musim lalu. Gelar yang diraih pada musim 2015-2016 berasal dari ketidak berdayaan mereka di Liga Champions. Bahkan di final klub andalusia itu mengalahkan Liverpool dengan skor 3-1.