Borneo FC Rekrut Pemain Naturalisasi

460

Football5Star.com, Indonesia – Pusamania Borneo FC merekrut pemain belakang naturalisasi asal Mali, Mohamadou Al Hadji, jelang Liga 1 bergulir pada 25 Maret 2018.

Kepala Media Officer Borneo FC Brillian Sanjaya, mengatakan bahwa Mohamadou Al Hadji telah menandatangani kontrak berdurasi satu tahun tim berjuluk “Pesut Etam”.

Sebelumnya, manajemen Borneo juga telah mendatangkan pemain belakang dari PSS Sleman Yogyakarta Teddy Berlian dengan status pinjaman.

“Besok dua pemain ini sudah ikut latihan di Stadion Segiri. Mereka baru bergabung bersama Borneo FC, semoga mereka bisa beradaptasi dengan lingkungan di sini,” katanya.

Secara terpisah, Presiden Borneo FC Nabil Husein Said Amin mengatakan telah bertemu dengan Mohamadou Al Hadji di salah satu restoran di Jakarta pada pekan lalu.

“Al Hadji sepakat untuk menjalin kerja sama dengan durasi kontrak satu tahun,” katanya.

Kedatangan Al Hadji ke Borneo FC semakin melengkapi lini pertahanan yang telah dihuni Azamat Baimatov, Leonard Tupamahu, dan Firdaus Ramadhan.

“Kami berharap Al Hadji bisa memenuhi kebutuhan tim di sektor belakang. Semoga dia menunjukkan kemampuan terbaiknya bersama Borneo FC,” tambah Nabil.

Bergabungnya Al Hadji juga tidak akan mengganggu kuota pemain asing Pesut Etam, karena sejak Februari 2018 statusnya sudah resmi sebagai warga negara Indonesia melalui naturalisasi.

Pemain bertahan Benua Afrika ini sudah 10 tahun tinggal di Indonesia dan memiliki istri WNI.

Sebelum memperkuat Borneo FC, Al Hadji juga pernah memperkuat klub asal Kalimantan lainnya, yakni Barito Putra.

Jelang kompetisi Liga 1 musim 2018, ia sempat menjalani seleksi pemain di klub Sriwijaya FC dan PSM Makassar, bahkan sempat dikabarkan merapat ke Persija Jakarta.

Sementara itu, pemain baru lainnya Teddy Berlian merapat ke Borneo FC dengan status pinjaman dari PSS Sleman. Teddy akan bersaing ketat dengan Abdul Rachman dan Eddy Gunawan memperebutkan tempat utama di posisi bek sayap Borneo FC.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.