Cerita Bek Persib Soal Teror Aremania di Kanjuruhan

292

Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Kisruh di Stadion Kanjuruhan menyisakan trauma untuk sebagian orang. Namun, tidak bagi bek sayap Persib Bandung, Ardi Idrus, yang mengaku insiden teror seperti yang dilakukan oknum Aremania tersebut sudah biasa dialami.

Sepulang ke Bandung, Ardi menceritakan kronologis kejadian situasi mencekam saat Persib bersua Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/4). Menurutnya, setelah penonton mulai merangsek ke dalam lapangan jelang laga usai, skuat Persib langsung berlari ke arah ruang ganti.

Ardi mengatakan, sempat mendapat lemparan dari oknum Aremania. Hanya saja, dia mengaku tidak mengalami luka atau masalah apapun. “Ya kami lari masuk ke ruang ganti terus mereka lempar tapi enggak apa-apa,” Kata mantan pemain PSS Sleman itu seperti dikutip Football5star.com dari Bobotoh.id.

Ardi pun tak menepis bahwa ada lemparan dari Aremania kepadanya. Akan tetapi, insiden seperti itu dinilainya sudah cukup umum di sepak bola Indonesia. Meski dengan tingkat teror berbeda. “Iya, enggak apa apa. Sebelumnya pernah, cuma nyanyi-nyanyi ini. Tapi itu biasa lah,” tambahnya.

Apa yang dilakukan oleh oknum suporter Arema dengan menyerbu ke dalam lapangan dan melakukan aksi pelemparan pun dinilai tidak berdampak pada permainanya. “Waktu uji lapangan (Kanjuruhan) kami dapat teror. Saya anggap itu biasa saja. Tidak berpengaruh,” sambungnya lagi.

Pemain kelahiran Ternate 22 Januari 1993 tersebut memang dipercaya pelatih Roberto Carlos Mario Gomez untuk bermain selama 90 menit penuh. Pelatih kawakan asal Argentina itu selalu memberi instruksi yang harus dijalankan sebaik mungkin.

“Intinya kita harus bekerja keras dalam latihan. Untuk bermain, saya hanya mengikuti apa yang diinstruksikan coach Gomez saja. Banyak orang bertanya, kenapa saya jarang naik ke depan? Ya, karena itu memang sesuai instruksi pelatih,” papar Ardi.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.