Dirut Persija: Jika Ada Tikus, Jangan Lumbungnya Dibakar

Banner Footbal Live Star-Football5starFootball5star.com, Indonesia – Direktur utama Persija Jakarta, Gede Widiade, berharap kasus kematian salah satu suporter Persija dapat diselesaikan secara menyeluruh. Ia tidak ingin kasus ini kembali berulang di masa mendatang.

Seorang suporter Persija, Harlingga Sirla, meninggal dunia setelah dikeroyok oleh oknum suporter Persib Bandung di kawasan Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Minggu (23/9). Ia diketahui berangkat ke Bandung seorang diri meski pihak kepolisian sudah menghimbau agar suporter Macan Kemayoran tidak bertandang.

Insiden ini menambah panjang daftar korban meninggal akibat kekerasan di sepakbola nasional. Litbang Save Our Soccer mencatat sedikitnya ada 63 suporter yang meninggal dunia sejak 1995.

Gede berharap kematian Harlingga benar-benar menjadi yang terakhir dalam sepakbola Indonesia. Menurutnya, perlu ada aksi nyata agar lingkaran kekerasan ini berhenti.

“Kejadian ini tidak perlu disikapi dengan sikap-sikap kontra produktif. Diusut secara proposional maksudnya jangan sampai ada tikus di lumbung, tapi lumbungnya dibakar,” ucap Gede ketika ditemui di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga pada Senin (24/9).

Gede menjelaskan bahwa pihak Persija mempercayakan seluruh proses penyelidikan kepada pihak kepolisian yang telah mengamankan 13 tersangka. Ia juga percaya bahwa PSSI dan PT LIB akan mengambil kebijakan tegas terkait sanksi.

Di saat bersamaan, Gede mengingatkan agar para suporter Persija menahan diri dan tidak terbawa emosi.

the-jakmania-persija-okezone-football5star
Okezone

“Harapan saya, dengan ada klarifikasi dari Bandung yang sudah sangat tegas dan cepat, rekan-rekan di Jakarta mengurungkan niat yang tidak perlu,” ujar dirinya.

Terkait ancaman Badan Olahraga Profesional Indonesia untuk mencabut rekomendasi Liga Indonesia, Gede berharap hal itu bisa dipertimbangkan kembali.

“Saya meminta hal itu dipikir ulang. Yang perlu dihentikan adalah penyebaran foto dan video, ujaran kebencian agar rasa marah dan kebencian tidak bertambah,” kata sosok yang telah menjadi dirut Persija sejak Maret lalu tersebut.

Comments
Loading...