Edy Rahmayadi: Saya Tidak Menampar, Hanya Pegang Pipi

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Nama Edy Rahmayadi kembali hangat jadi perbincangan. Ketua Umum PSSI ini tertangkap kamera tengah menampar suporter PSMS yang kedapatan menyalakan flare di tribun Stadion Teladan, Medan. Dalam rekaman tersebut, pria yang juga Gubernur Sumatera Utara (Sumut) ini terlihat marah.

Namun ketika ditanya wartawan terkait tindakannya itu, Edy mengaku bahwa itu bukan niat darinya untuk menampar.

“Saya datang ke sana maksudnya mengingatkan anak-anak kita, jangan (menyalakan flare). Sudah suatu kebiasaan saya memegang pipi, kalau enggak saya pegang kepala. Kok larinya ditampar begitu? Tangan saya ini besar. Kalau tampar orang sayang sekali, ya Anda sudah tahu itu,” kata Edy seperti kami kutip dari Merdeka.com.

Edy sendiri mencoba menjelaskan bahwa aturan FIFA sudah jelas terkait penyalaan flare di stadion. Ia juga turut menjabarkan bahwa hukuman terkait flare sekitar Rp 20 juta. Terkait hal ini, ia sendiri mencoba menjelaskan bahwa dirinya, selaku Ketua PSSI, sudah sering mengingatkan teman-teman di daerah lain untuk mengurangi penggunaan barang berbahaya itu di dalam stadion.

Edy flare

“Begini, sepak bola Indonesia itu di bawah FIFA. FIFA sudah memerintahkan tidak ada flare karena itu api. Itulah kenapa dilarang sampai ke PSSI. Jadi, setiap saat saya menandatangani pelanggaran ini (terkait flare) ke-34 provinsi di Indonesia, terkhusus Sumut. Nah, saya melarang itu juga untuk klub-klub lain. Ada 18 klub di Liga 1, salah satu yang tidak pernah bisa berhenti ya di Sumut ini, pas kebetulan di kampung saya dan saat ini Gubernur-nya saya pula. Tetapi, persoalannya bukan uang, hanya malu saja kalau Sumut seperti itu,” ujar Edy lagi.

Comments
Loading...