Ponaryo: Pembinaan Suporter Harus Tepat Sasaran

Football5star.com, Indonesia – Kasus kematian salah satu anggota The Jakmania, Haringga Sirila akibat pengeroyokan dari para Pendukung Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api tempo lalu membuat banyak pihak yang berkomentar. Isu pembenahan suporter menjadi salah satu tajuk yang utama.

Ponaryo Astaman selaku General Manager Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia menyebutkan bahwa pembenahan suporter harus tepat sasaran. Pasalnya selama ini isu tersebut masih belum efektif dalam mengatasi kasus kekerasan di dunia sepak bola.

Animo suporter untuk menyaksikan perjuangan Timnas U-19 Indonesia tengah memuncak. Dua kategori tiket perempat final Piala AFC U-19 habis - Football5star - AFC
the-afc.com

“Perlu regulasi yang kongkrit soal pembinaan. Butuh ada bukti yang kongkrit seperti butuh kenyamanan suporter dari tiket dan fasiltas yang ada di stadion. Fasilitas ini juga bisa dibilang pembinaan,” kata Ponaryo saat ditemui di daerah Kebon Sirih Jakarta Pusat, Selasa (18/11/2018).

Ignatius Indro dari Paguyuban Suporter Timnas Indonesia memberi data bahwa ada 11 suporter di Indonesia yang meninggal sejak 2017 lalu. Ia juga menyebutkan bahwa selama ini suporter di tanah air hanya menjadi sapi perah belaka.

Sementara itu Arista Budiyono dari Info Suporter menyebutkan bahwa kampanye di sosial media jadi salah satu kunci penting untuk mengurangi kekerasan di sepak bola. “Kami mengkampanyekan tagar #PenakSeduluran dan itu sudah ada bukti kongkrit antara perdamaian antara suporter Sleman dan Solo.”

Kasus kematian Haringga Sirila tersebut juga hanya berakhir hukuman dari Komisi Disiplin kepada Persib. Hukuman larangan setahun bermain tanpa penonton serta sanksi tegas kepada Panitia Penyelenggara Pertandingan Persib juga diberikan.

Comments
Loading...