Presiden Madura United Ingin PSSI Lebih Tegas Usut Pengaturan Skor

Football5star.com, Indonesia – Isu pengaturan skor kembali menyeruak. Ada beberapa pertandingan Liga 1 dan Liga 2 yang terindikasi adanya pengaturan skor. Presiden Madura United, Achsanul Qosasi meminta PSSI lebih tegas menyelesaikan dugaan pengaturan skor.

Isu pengaturan skor mencuat ketika Persib Bandung takluk dari PSMS Medan dengan skor 1-0. Mario Gomez kesal dan menyebut beberapa pemainnya menerima suap dari pihak luar. Tak hanya itu, isu suap pun beredar di Liga 2. Pertandingan Aceh United melawan PS Mojokerto Putra juga tercium dugaan pengaturan skor. Saat itu, tendangan penalti yang dilepaskan pemain Mojokerto Putra melenceng jauh. Si penendang bukan Indra Setiawan yang duduk sebagai pencetak gol terbanyak Liga 2 2018.

Menanggapi ribut-ribut pengaturan skor, PSSI meminta bantuan dari semua pihak. Melalui Ratu Tisha, PSSI meminta sikap aktif seluruh pihak yang mengetahui adanya praktik pengaturan skor.

“PSSI akan menindak dan menghabisi dengan memerangi hal-hal tersebut. Dengan sangat tegas laporkan, kasih tahu kami,” ungkap Tisha dikutip Football5star dari Bolalob.

“Jangan hanya mencaci maki, tapi laporkan untuk sepakbola Indonesia yang baik. Jangan hanya katanya. Mana buktinya, silakan lapor.”

Achsanul menganggap pernyataan PSSI – yang “I” nya adalah Indonesia – aneh. Baginya, federasi memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dan lengkap.

“PSSI itu memiliki alat yg jauh lebih lengkap. Tak perlu tunggu laporan resmi dan (langsung) proses saja. Silakan panggil pihak-pihak yang patut dicurigai,” ungkapnya lewat akun Instagram pribadi miliknya, @achsanul_q.

Haringga
footballchannelasia

Presiden Madura United FC itu juga meminta PSSI untuk berani melindungi hak-hak klub. Klub sudah banyak berkorban demi sepak bola Indonesia dan sudah selayaknya ada timbal balik. “Klub sudah banyak berkorban, tolong yang benar dilindungi dan yang merusak integritas segera dihukum,” tambahnya.

Ia juga meminta ketegasan Ketua Umum PSSI sekaligus Gubernur Sumatera Utara. “Jika orang tua melihat anak tidak jujur, jangan tunggu pihak lain melapor. Semoga ketua umum (Edy Rahmayadi) berada di Jakarta,” pungkasnya.

Comments
Loading...