Tangis Pemain Persela Mendengar Choirul Huda Meninggal

770

Football5Star.com, Indonesia – Minggu (15/10/2017) menjadi hari kelabu untuk sepak bola Indonesia. Siapa sangka, kapten Persela Lamongan, Choirul Huda, meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit usai berbenturan di lapangan. Mendengar kabar kipernya telah tiada, tangis seluruh pemain pun pecah di Stadion Surajaya.

Tidak ada yang menyangka bahwa laga melawan Semen Padang itu menjadi partai perpisahan Huda. Terlebih kedua tim tetap melanjutkan pertandingan hingga selesai yang berakhir untuk kemenangan tuan rumah 2-0.

Namun, sesaat laga usai, para pemain, official, dan seluruh LA Mania yang memadati stadion sontak menangis setelah mendengar bahwa legenda mereka telah tiada. Pemain Laskar Joko Tingkir, Fahmi Al Ayubi, Syamsul Arif, dan kiper kedua, Ferdiansyah, tak kuasa menumpahkan air matanya.

Sedangkan pemain lain dan pelatih Aji Santoso terlihat tak bisa berkata apa-apa mendengar kenyataan pahit itu. Semua seakan tidak percaya bahwa pemain yang pada 45 menit pertama, masih berada satu lapangan dengan mereka sudah menghembuskan napas terakhirnya.

Huda sudah membela Persela dari tahun 1999, ketika klub kebanggaan masyarkat Lamongan itu masih berkutat di divisi dua. Ia bahkan harus menunggu empat tahun untuk melihat timnya bermain di level tertinggi sepak bola Indonesi setelah membawa klub Jawa Timur itu promosi pada 2003 silam.

Pria yang bercita-cita menjadi pelatih ini meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang masih belia. Kepergian Huda membuat pemerintah kota Lamongan berencana membiayai sekolah dua putranya.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.