Liga Inggris: Problem Fisik Bukan Penyebab Menurunnya Liverpool

Football5star, Indonesia – Problem fisik disebut-sebut jadi alasan menurunnya performa Liverpool saat ini. Tapi manajer Juergen Klopp membantahnya.

Liverpool sebenarnya mengawali musim ini dengan apik ketika mereka bersaing ketat di papan atas Premier League dengan Chelsea. The Reds juga sempat menorehkan rentetan laga tanpa kekalahan.

Namun, semenjak kemenangan 1-0 atas Manchester City di laga tutup tahun lalu, performa Liverpool tiba-tiba menurun. Dari tujuh pertandingan yang dilalui di bulan Januari ini, hanya satu kemenanan didapat dan itu pun dari Plymouth Argyle dengan skor 1-0 di laga replay babak ketiga Piala FA.

Sisanya Liverpool memetik dua hasil imbang dan tiga kekalahan termasuk disingkirkan Southampton di semifinal Piala Liga Inggris. Wajar saja Liverpool kini mulai diragukan bisa bertahan lebih lama dalam persaingan di papan atas liga.

Salah satu alasan mengapa Liverpool bisa menurun disebut-sebut karena metode latihan Klopp yang menguras fisik. Belum lagi melihat gaya main gegenpressing yang makin menambah beban para pemain.

“Laga melawan Man City begitu intens, tim menempuh total jarak 121 kilometer,” ujar Klopp seperti dikutip Soccerway.

“Saya tidak akan bilang seperti ini sebelum pertandingan ‘Ayo, ini lawan City, ayo kira berlari sampai 120 km?’. Tidak seperti itu,” sambung Klopp seraya membantah anggapan fisik pemainnya kedodoran.

“Intensitas laga begitu tinggi dan Anda langsung melawan Sunderland dua hari kemudian, laga yang benar-benar berbeda. Kami kelelahan secara psikis.”

“Kami mengubah susun tim pada laga berikutnya kontra Plymouth. Kami mengubah banyak menghadapi Leeds di Piala Liga Inggris dan masih bisa bermain cantik karena semua pemain segar, dan mereka menunjukkan betapa bagusnya mereka, tapi di laga ini mereka tidak bisa memperlihatkan performa terbaiknya.”

“Hasil latihan tidak mengubah apapun. Hasil tes fisik memperlihatkan bahwa mereka masih sama kuatnya seperti kemarin, khususnya dalam hal jarak tempuh.”

“Setiap laga berbeda jadi kadang kami tak sering-sering melakukan sprint. Anda bisa melakukan sprint dengan bola, tapi di mana Anda harus melakukan itu? Tentu saja itu tidak masuk akal,” tutup Klopp.

Comments
Loading...