Liga Inggris: Tiga Klub Promosi Pegang Peluang Bertahan 56 Persen

Middlesbrough, Burnley, dan Hull City, akan kembali menjajal kasta tertinggi kompetisi sepak bola di Inggris pada musim 2016-17. Ketiganya tak perlu cemas, karena peluang bertahan di Premier League pada musim depan terbilang cukup besar. Kisah cinderella pun mungkin saja dirajut.

Bukan tanpa sebab klaim itu mengapung. Sejarah mengatakan, dari 71 klub yang pernah merasakan promosi ke Premier League, hanya 44 persen atau tepatnya 31 tim yang harus kembali turun kasta pada pengujung musim.

Dengan kata lain, persentase untuk bertahan justru lebih besar, yaitu 56 persen. Sejak resmi digulirkan pada 1992, 40 dari 71 klub promosi berhasil menyelamatkan diri dari jeratan degradasi pada akhir musim.

Namun, kejutan yang bisa diharapkan mungkin hanya sampai di situ. Mimpi untuk menuliskan kisah cinderella agaknya dengan langsung menempati papan atas di akhir musim terbilang sulit terlaksana. Pasalnya, sebagian besar tim yang mampu bertahan rata-rata mengakhiri musim di peringkat ke-15.

Fakta itu membuat Middlesbrough, Burnley, atau Hull, mungkin tak mau mengais mimpi muluk ntuk bisa menduplikasi kesuksesan Newcastle United pada musim 1993-94 atau Nottingham Forest musim 1994-95, kala mampu finis di peringkat ketiga pada musim perdana setelah promosi dari Divisi Championship.

Fakta lain pun memihak tim promosi. Sejak 2008-09, hanya ada satu musim kala dua dari tiga tim promosi harus kembali turun kasta pada pengujung musim, yaitu pada 2014-15. Berbanding terbalik dengan lima musim sebelum periode tersebut, kala ada dua tim promosi yang harus kembali terlempar dari Premier League pada 2003-04, 2004-05, 2006-07, dan 2007-08.

Kendati diuntungkan tren, tentunya Middlesbrough, Burnley, atau Hull, tetap harus bersiap diri menyambut persaingan ketat di Premier League. Beruntung mereka didukung dana berlimpah berkat besaran kontrak hak siar televisi yang mencapai 5,136 miliar pounds pada musim panas ini.

CUMA BORO YANG SERIUS

The Boro -julukan Middlesbrough-, berbenah dengan mendatangkan 10 pemain anyar, termasuk dua pemain yang membawa timnas Spanyol juara Piala Eropa 2012, Alvaro Negredo dan Victor Valdes. Mereka juga menggelontorkan 12 juta pounds untuk gelandang Atalanta, Marten de Roon, dan juga memboyong dua Victor Fischer serta Gaston Ramirez.

Kontradiktif dengan Burnley, yang justru baru mendaratkan tiga pemain baru pada musim panas ini. Mereka pun “hanya” memboyong Johann Berg Gudmundsson dan Nick Pope dari Charlton Athletic, serta meminjam Jon Flanagan dari Liverpool.

Bagaiamana dengan Hull? Alih-alih menambah amunisi demi bersaing menghadapi ketatnya persaingan Premier League, mereka justru melepas salah satu pemain andalannya, Mohamde Diame, ke Newcastle United.

Jadi, jika ditengok dari aktivitas di bursa transfer, Middlesbrough terlihat paling punya ambisi besar untuk bertahan, bahkan mengulang prestasi Newcastle dan Forest. Sementara, Burnley dan Hull seolah hanya pasrah sambil mengandalkan semangat juang dan keajaiban.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More