Dua Penggawa Everton Jadi Korban Rasialisme

Dua bintang Everton, Arouna Kone dan Steven Pienaar, menjadi korban rasialisme ketika menghadapi Carlisle United dalam laga putaran keempat Piala FA pada hari Minggu (31/1).

Kone dan Lennon berhasil menjadi aktor penting dalam laga yang dimenangi oleh Everton dengan skor 3-0 tersebut. Nama pertama berhasil membuka keunggulan sang tamu di menit ke-2, sementara Lennon menjadi pencetak gol kedua pada menit ke-14.

Aksi gemilang Kone dan Lennon nampaknya membuat beberapa fans Carlisle kehilangan kontrol. Mereka dilaporkan mengejek kedua pemain tersebut dengan ejekan berbau rasial.

Manajer Carlisle, Keith Curle, mengaku kecewa dengan adanya insiden ini.

“Wasit mengatakan bahwa dua pemain Everton mendengar ejekan tersebut dan melapor kepadanya. Ia memberitahu hal tersebut kepada ofisial keempat dan pengumuman pun dibuat,” ujar Curle seperti yang dikutip oleh Guardian.

“Kami menegaskan bahwa ras tidak dapat ditoleransi di klub ini dan di dalam stadion. Kami membuat batasan-batasan di klub ini. Hal ini bukanlah hal yang kami inginkan ada di dalam Brunton Park, sepak bola, ataupun kehidupan bermasyarakat,” tambah dirinya.

Dalam kesempatan terpisah, manajer The Toffess, Roberto Martinez, juga turut angkat suara.

“Kelompok kecil yang berada di belakang gawang membuat ejekan rasisme. Seperti yang anda tahu, tidak ada ruang bagi sikap seperti ini. Saya meyakini bahwa ini hanyalah reaksi emosional karena kecewa setelah mereka kemasukan gol,” ucap pria asal Spanyol tersebut.

“Kami akan membantu pihak kepolisian dan Carlisle untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi, tidak hanya di sepak bola tetapi juga kehidupan sehari-hari,” lanjut Martinez.

Comments
Loading...