Dua Wajah Liverpool Di Bawah Arahan Klopp

Liverpool bakal bertandang ke markas Stoke City pada Rabu (5/1) untuk melakoni semifinal leg pertama Piala Liga Inggris. “Dua wajah” kontradiktif semenjak ditangani manajer Juergen Klopp membahayakan nasib mereka di Stadion Britannia.

Apakah yang dimaksud? Patut disadari, semenjak Klopp hadir menggantikan Brendan Rodgers di kursi manajer The Reds, perubahan besar terjadi. Liverpool seperti memiliki dua wajah yang bertolak belakang. Di satu sisi, mereka merupakan tim tangguh yang sanggup menaklukkan sesama tim elite. Namun, di sisi lain, Philippe Coutinho dkk juga mudah terpeselet di tangan tim yang reputasinya jauh di bawah mereka.

Hal itu sangat kentara di Premier League. Liverpool di bawah asuhan Klopp sanggup menahan seri Tottenham Hotspur di Stadion White Hart Lane. Mereka juga mengalahkan Chelsea dan Manchester City di kandang lawan. Namun, mereka juga kalah dari tim-tim medioker seperti Newcastle United, Watford, dan West Ham United.

Perfoma seperti itu jelas membahayakan jika tidak segera diperbaiki. Apalagi, mereka mesti bermain di markas Stoke. Tim didikan Mark Hughes ini memiliki “karakter” yang sama dengan Watford dan West Ham pada musim ini. Akhir-akhir ini, mereka mendadak bisa tampil solid ketika bertemu tim elite.

Watford pernah mengalahkan Liverpool serta menahan seri Chelsea di Premier League. The Hammers malah lebih hebat. Mereka belum pernah kalah dari anggota The Big Five pada musim ini di Premier League. Mereka pernah mengalahkan Liverpool, Arsenal, Chelsea, dan Man. City. Stoke juga punya “kemampuan” yang sama dengan West Ham dan Watford. Tercatat mereka pernah menundukkan Man. City dan Man. United di Stadion Britannia.

Fakta itu patut menjadi perhatian khusus bagi Liverpool. Sebab, mereka sering tersandung ketika melawan tim yang reputasinya jauh di bawah mereka.

Comments
Loading...