Kisah Horor Cedera Cazorla dan Buruknya Tim Medis di Inggris

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Malam-malam Santi Cazorla akhir-akhir ini nampaknya lebih cerah ketimbang sebelumnya. Kembali bermain di lapangan dan menjalani aktifitas baru bersama klub asal Spanyol, Villareal membuat hidupnya kembali berwarna.

Cedera memang menjadi momok tersendiri bagi para atlet, terutama pesepak bola. Bagaimana tidak, keseharian mereka bakal diisi dengan pemulihan cedera dan berurusan dengan tindakan medis.

Cazorla
theguardian

Begitu pula dengan yang dilakukan oleh Cazorla beberapa waktu lalu. Ia divonis menderita penyakit aneh yaitu cedera tendon Achilles dan membuatnya harus absen hampir selama dua musim.

Cazorla menceritakan bahwa dirinya merasa seperti sakaratul maut ketika menjalani pertandingan saat membela Arsenal melawan Ludogorets di ajang Liga Champions 2016 lalu. Kala itu ia mengaku rasa sakit dari cederanya mencapai titik yang tak tertahankan.

“Rasa sakit ini hampir membunuh saya, karena malam juga menjadi dingin. Saya akan lumpuh pada awal paruh kedua dan rasa sakit kian memburuk dan lebih buruk. Malam itu, saya menangis; sudah terlalu banyak. Saya harus berhenti. Kemudian cedera itu bermula,” kisahnya seperti dikutip Football5star dari The Guardian, Jumat (7/9/2018).

Tak berhenti disitu, kisah horror pun berlanjut saat tim medis menangani cedera Cazorla. Ia mengakui terdapat luka menganga pada angkelnya yang membuat bakteri dan berbagai hewan kecil masuk.

“Pada malam hari, cairan kuning (nanah) akan keluar. Setiap kali mereka menjahit saya, cairan tu keluar lagi. Mereka melakukan cangkok kulit tetapi mereka tidak melihat apa yang ada di dalamnya – bakteri menggerogoti, menggerogoti. Mereka tidak pernah menemukan bakteri apa itu,” kesalnya saat itu.

Cazorla mengakui bahwa dirinya sempat putus semangat akibat cedera aneh yang menderanya tersebut. Ia bahkan kerap diberikan saran untuk diamputasi dan mengakhiri karier sebagai pesepak bola.

Hal tersebut yang membuatnya cukup kesal dengan penanganan medis yang dilakukan di Inggris. Bahkan ia menilai bahwa tim medis di sana tak mempunyai tindakan jitu dalam menyembuhkan cederanya.

“Mereka tidak pernah bertanggung jawab atau mengatakan maaf. Bahwa mereka tidak menyadari. Saya yakin mereka berpikir mereka melakukan hal yang benar. Bahwa itu bukan karena bakteri yang tidak terlihat, bahwa itu hanya nasib buruk.”

Harapan Berkembang di Kampung Halaman

Tak puas menjalani perawatan di Inggris, Cazorla kemudian dirawat di kampung halamannya, Spanyol. Menurutnya tim medis di negaranya tersebut memberi pendekatan persuasif yang cukup membangkitkan keperayaan dirinya.

“Di London mereka telah memutuskan bahwa saya tidak akan bermain lagi. Berbeda di Spanyol, mereka berkata: ‘Santi, itu buruk, sangat kacau, tapi kami akan bertarung.’” Bebernya.

Cazorla juga menceritakan bahwa hari-harinya di Spanyol dijalani dengan rasa optimis. Pihak dokter bahkan kerap memberikan motivasi kepadanya dengan cara-cara yang tak terduga.

Mereka memberi saya bola danmadre mía! Itu membuat saya merasa sedikit seperti pemain sepakbola lagi,” kenangnya bahagia.

Cazorla kemudian akhirnya mampu sembuh dari penyakitnya tersebut. Villareal kemudian merekrutnya secara gratis dari Arsenal musim ini dengan status free transfer.

Comments
Loading...