Football5star
Berita Sepak Bola Terkini Terlengkap Football5star.com

Liga Inggris: Genap 20 Tahun Mengabdi Di Arsenal, Ini Kata Wenger

133

Arsene Wenger telah 20 tahun mengabdi di Arsenal. Berbagai kisah sudah dilaluinya. Mulai dari pujian, cacian, dan kritik pedas juga selalu menghampiri manajer 66 tahun tersebut.

Meski sudah dua dekade berseragam Arsenal, namun Wenger bukan manajer terlama di Liga Inggris. Masa pengabdian terlama masih dipegang Sir Alex Ferguson yang pernah menangani Manchester United selama 27 tahun.

Di era industri sepak bola modern dewasa ini, jabatan manajer menjadi sesuatu yang sulit dipertahankan. Namun, Wenger menjadi satu-satunya pengecualian setelah Ferguson memutuskan pensiun pada 2013.

Sang Profesor, julukan Wenger, mengakui perubahan sepak bola industri yang demikian cepat praktis mendorong klub melakukan cara instan demi mendatangkan trofi.

Tekanan besar dari manajemen inilah yang membuat masa kerja pelatih tak menentu. Jika tak mampu meraih target manajemen, maka pemecatan menjadi jawabannya.

“Saya bisa membayangkan manajer lain bertahan selama 20 tahun, namun sepertinya itu sangat sulit. Sepak bola berubah dengan cepat. Masyarakat sudah berubah dan saat ini semua orang sangat menuntut. Publik memiliki opini lebih dan ingin terlibat lebih jauh dengan klub,” sebut Wenger kepada beIN Sport.

Wenger mulai bekerja sebagai manajer Arsenal pada September 1996 dengan raihan 15 gelar bergengsi termasuk tiga trofi Liga Inggris dan enam kali juara Piala FA.

Namun, semua prestasi yang telah dipersembahkan tak lagi dipandang spesial oleh banyak orang karena kesulitan meraih Liga Inggris sejak terakhir kali direngkuh pada musim 2003/04.

Meski demikian, Wenger mengaku selalu mendengarkan kritik dari luar dan dijadikan masukan objektif.

“Tentu saja saya mendengarkan semua kritik. Ketika Anda sudah berada lama di sebuah klub, maka akan sangat berbahaya jika tidak mendengarkan kritik sama sekali. Anda harus mengambil langkah ke belakang, melihat semuanya dari kejauhan, dan menganalisa semuanya dengan objektif.”

“Perspektif sangat penting. Kadang kritik memang benar dan Anda harus coba menganalisa apa yang salah. Tapi, dalam masyarakat modern dewasa ini, dari total 100 orang, sebanyak 95 orang tidak mengkritik, sementara lima lima di antaranya melakukannya dan justru merekalah yang didengar.”

Menurut Wenger, pengaruh media saat inilah yang membuat para pengkritik termasuk para pengamat sepak bola menjadi sosok yang penting. Sementara opini yang dikeluarkan si pengamat justru mampu memengaruhi analisa publik.

“Saya hanya bisa berkaca setelahnya dan mengatakan saya telah melakukan pekerjaan saya sebaik mungkin.”