Football5star
Berita Sepak Bola Terkini Terlengkap Football5star.com

Liga Inggris: Jelang Hadapi Man United, Ranieri Sindir Mourinho

136

Manajer Leicester City, Claudio Ranieri, menyebut dirinya tak mau menggelontorkan dana fantastis hanya untuk memboyong seorang pemain. Meski tren tersebut tengah marak di Liga Inggris, Ranieri sama sekali tak tergoda untuk melakukan itu.

“Saya tidak mau membelanjakan 200 juta Poundsterling. Saya hanya mau membeli pemain-pemain yang tepat. Anggaran kami cukup baik, kami membeli apa yang memang dibutuhkan,” ujar Ranieri, dilansir Sky Sports.

Leicester City membeli banyak pemain pada bursa transfer musim panas lalu, sebagai bagian dari persiapan berlaga di Liga Champions musim ini. Mereka bahkan memecahkan rekor pembelian klub, saat mendatangkan Ahmed Musa dan Islam Slimani.

Tapi, jumlah yang dikeluarkan Leicester, masih jauh lebih kecil ketimbang dana yang digelontorkan Manchester United. Seperti diketahui, Man United baru saja memecahkan rekor transfer termahal di dunia usai memboyong balik Paul Pogba dari Juventus.

“Tidak penting bahwa mereka (klub rival) menghabiskan banyak uang. Kami belanja sesuai kebutuhan, tidak berlebihan. Kami mengikuti filosofi chairman, yang menginginkan kami berkembang secara perlahan, membuat dasar yang solid,” kata Ranieri.

Titel juara yang diraih Leicester musim lalu, disebutnya tidak mengalihkan perhatian dari tujuan awal. “Kami yakin memiliki dasar yang solid, dan sekarang kami mulai membangun lantai pertama,” ujarnya.

Ranieri bukan sosok yang terbiasa menyindir orang lain. Namun, pernyataannya dikeluarkan jelang laga tandang Leicester ke Old Trafford, sehingga ada yang mengaitkannya dengan Jose Mourinho. Dia saat ini sedang jadi sorotan, setelah Man United mengalami tiga kekalahan beruntun dalam sepekan.

Ada beberapa hal spesial, menyangkut Ranieri dan Mourinho. Dimulai dari pembelian Chelsea oleh Roman Abramovich lebih dari satu dekade silam. Chelsea memecat Ranieri, untuk memberi jalan bagi Jose Mourinho pada 2004.

Sukses Ranieri bersama Leicester, pada musim pertamanya kembali ke Liga Inggris, jadi terlihat seperti pembalasan dendam Ranieri terhadap Mourinho. Apalagi, Mourinho dipecat pada Desember 2015, setelah kekalahan Chelsea dari Leicester City di Liga Inggris.