Kesalnya Alberto Moreno pada Rodgers

82

Kepergian Brendan Rodgers boleh jadi disyukuri oleh bek kiri Liverpool Alberto Moreno. Sebab Moreno mengaku kesal pada Rodgers yang tak pernah penuh mempercayainya main sebagai starter.

Bek kiri Spanyol itu tidak pernah diturunkan sebagai starter di pekan-pekan awal Premier League oleh Rodgers. Moreno sudah membuat 10 penampilan di semua kompetisi, namun sebagian besar dimulai dari bangkucadangan dan kalah bersaing dengan Joe Gomez, yang sejatinya berposisi bek tengah.

Sampai pada akhirnya, Moreno tampil sebagai starter untuk pertama kalinya di musim ini saat Liverpool diimbangi Norwich City 1-1 di mana dia sukses menciptakan sebuah assist. Sejak saat itu, pesepakbola berusia 23 tahun itu selalu dimainkan sejak awal.

Padahal Rodgers-lah yang menginginkan Moreno musim lalu, di mana dia butuh sosok bek kiri mumpuni dan didatangkanlah si pemain dari Sevilla. Moreno pun rajin mengisi posisi tersebut sebelum penampilannya menurun di sepertiga akhir musim dan kehilangan tempatnya di tim inti.

Moreno pun lantas berupaya untuk memperbaiki penampilannya lewat latihan keras dan tampil oke sepanjang pramusim lalu. Maka dari itu Moreno pun kesal ketika Rodgers tak kunjung menepati janjinya untuk memberinya tempat di posisi bek kiri, meski dia sudah tampil oke.

“Mungkin aku merasa dia tidak cukup percaya denganku, jelas di awal musim ini,” kata Moreno di ESPNFC.

“Dia pernah bilang, aku sudah berlatih keras tapi aku tidak tampil sejak awal di lima atau enam pertandingan pertama. Dia bilang kepadaku kalau itu masih awal musim dan kesempatan untukku akan datang tapi setelah pertandingan pertama lawan Stoke, saat kami mencetak clean sheet, dia bilang tidak akan mengubah apapun di lini belakang,” sambungnya.

“Memang benar ketika aku sama sekali tidak dimainkan aku marah. Tidak pernah terpikirkan olehku untuk pergi karena aku ingin di sini selamanya, tapi aku punya kemarahan terpendam, hampir murka,” ungkap dia. “Aku merasa aku bermain dengan baik, berlatih dengan baik. Tapi aku tidak paham mengapa aku tak diberi kesempatan di awal.”

You might also like More from author