‘Klopp Pegang Kendali Penuh Transfer Liverpool’

Liverpool membantah adanya komite transfer yang selama ini dianggap mengganggu kerja manajer mereka. Manajemen klub juga memastikan bahwa manajer-manajer itu yang punya kendali penuh atas transfer.

Sejak kedatangan John W Henry sebagai pemilik Liverpool sekitar lima tahun lalu, perihal wewenang transfer memang jadi masalah pelik. Sebelum itu ada yang jabatan Direktur Olahraga yang dijabat Damien Commoli. Posisi itu gagal memberi kontribusi apik yang berujung pemecatan pria asal Prancis itu.

Lalu, dibentuklah Komite Transfer yang punya tugas untuk mencari pemain incaran, bernegosiasi, menentukan harga transfer, plus memberi keputusan final apakah si pemain jadi dibeli atau tidak. Komite inilah yang lantas dianggap mengganggu kerja Brendan Rodgers sebagai manajer.

Rodgers dianggap tidak bisa bekerja maksimal karena adanya intervensi dari Komite Transfer terkait jual-beli pemain. Sesudah Rodgers dipecat, Juergen Klopp pun dibayang-bayangi keraguan apakah ketika ditunjuk menjadi manajer baru, dia diberi wewenang penuh untuk transfer.

Akan tetapi, hal itu dibantah oleh Chief Executive Liverpool, Ian Ayre. Menurut Ayre, Klopp-lah yang akan menentukan pemain-pemain mana saja yang datang dan pergi.

“Brendan punya wewenang untuk membuat keputusan terkait semua pemain yang kami rekrut,” ujar Ayre seperti dikutip Sky Sports.

“Cuma ada satu orang yang punya wewenang untuk membuat keputusan soal pemain-pemain di Liverpool dan sekarang dia adalah Juergen Klopp. Selalu begitu selama saya berada di sini,” sambungnya.

“Saya pikir kata-kata ‘komite transfer’ dipakai sekali dan seolah-olah kami semua duduk mengelilingi meja dan punya suara tentang setiap pemain yang kami rekrut. Itu sangat jauh dari kebenaran.”

“Manajer akan mengatakan kami sedang mencari seseorang di posisi ini dan sekelompok orang — campuran antara pemantau bakat tradisional dan akhir-akhir ini informasi analitikal dan berbasis digital — membawa semua itu bersama-sama.”

“Kami kemudian melihat dua, tiga, empat pemain — pemain-pemain terbaik untuk posisi itu — menunjukkannya kepada manajer dan manajer bisa melihat atau meminta pemantau bakat untuk melihat pemain-pemain itu dan menyortirnya.”

“Pada titik itu, saya akan lebih terlibat dan mulai bicara dengan klub, agen, pemain, dalam negosiasi dan kemudian manajer akan memilih.”

“Itu tak pernah berubah. Saya sudah delapan tahun di klub. Komite adalah kolaborasi antara semua orang-orang itu, yang berkontribusi sehingga manajer bisa membuat keputusan. Saya pikir itu sangat cerdas. Kami tidak menganggapnya sebagai sebuah komite, cuma media saja yang berpikir begitu,” tutupnya.

BERITA TERKINI