Footbal5star
Berita Sepak Bola Terkini Terlengkap Football5star.com

Memphis yang Sedang Menurun

89

Boleh dikatakan performa Mephis Depay saat ini tengah menukik tajam. Maka dari itu, Louis van Gaal selaku manajernya mewanti-wanti agar Memphis segera membaik, kalau tidak ingin tersingkir selamanya dari tim.

Memphis didatangkan dari PSV Eindhoven dengan ekspektasi besar menyusul performa okenya musim lalu, di mana berhasil membawa PSV jadi juara Liga Belanda plus meraih gelar top skorer.

Awal-awal karier Memphis bersama Manchester United terbilang manis ketika dia selalu jadi pilihan utama Van Gaal. Memphis selalu jadi starter dan bermain penuh di setiap pertandingan.

Namun, belakangan Memphis tiba-tiba saja menurun yang puncaknya terjadi kala dia gagal membawa timnas Belanda lolos dari Kualifikasi Piala Eropa 2016. Memphis dikritik habis-habisan dan dinilai terlalu sibuk mengurusi kehidupannya di luar lapangan.

Gaya Memphis inilah yang kabarnya juga tidak disenangi oleh asisten manajer MU, Ryan Giggs, karena pemain 21 tahun itu sudah merasa jadi bintang ‘Setan Merah’.

Seperti hendak memberi terapi kejut, Van Gaal pun sama sekali tidak memainkan Memphis saat MU menang 3-0 di kandang Everton, Sabtu (17/10/2015) malam WIB tadi dan hanya duduk di bangku cadangan. Betul saja bahwa Van Gaal memang tengah tidak senang dengan performa Memphis.

Van Gaal pun mengingatkan kepada Memphis agar segera memperbaiki penampilannya jika tak ingin bernasib sama seperti Angel Di Maria dan Radamel Falcao, dua bintang MU musim lalu yang tersingkir karena tak bisa mengikuti apa mau Van Gaal.

“Ryan sudah menasihatinya tapi pemain sendiri yang harus bertanggung jawab atas penampilannya. Anda harus menghormati filosofi tim ini,” ujar Van Gaal seperti dikutip Soccerway.

“Kita sudah lihat ada beberapa pemain tidak bisa beradaptasi dengan filosofi tim ini. Anda tidak bisa langsung mengetahui itu ketika Anda membeli mereka. Anda harus menunggu dulu. Itulah yang terjadi pada Angel Di Maria dan Falcao,” sambungnya.

“Apakah saya tetap yakin padanya? Tentu saja.”

“Masalahnya adalah pemain muda itu kerap tidak konsisten. Anda harus belajar itu. Kami harus memberinya waktu,” demikian dia.