Mertesacker Dicaci dan Dipuji Usai Keluarkan Isi Hati

242

Football5Star.com, Indonesia – Nama Per Mertesacker, bek Arsenal, tiba-tiba saja melejit belakangan ini. Gara-gara mengungkapkan isi hatinya tentang tekanan yang dihadapi para pesepak bola dalam wawancara dengan Der Spiegel, perdebatan menyeruak. Ada yang mencaci, ada pula yang memuji. Di antara mereka adalah Lothar Matthaeus dan Mike Hanke.

Per Merteascker mengaku lebih nyaman di bangku cadangan pada saat ini.
spiegel.de

Dalam wawancara itu, Mertesacker mengungkapkan perjuangannya menghadapi tekanan yang sangat berat sebagai pesepak bola. Bahkan, saat ini pun dirinya tak lagi bernafsu untuk tampil sesering mungkin bersama Arsenal sebelum pensiun pada akhir musim nanti.

“Tubuhku sudah habis,” kata Mertesacker. “Semua orang mengatakan, aku harus menikmati tahun terakhirku dengan bermain sesering mungkin. Namun, aku lebih suka duduk di bangku cadangan atau bahkan lebih baik berada di tribun. Itu akan membuatku untuk kali pertama dalam hidupku merasa bebas.”

Lebih jauh, dia menjelaskan, “Suatu hari, aku menyadari bahwa semuanya adalah beban, baik secara fisik maupun mental. Namun, aku harus tampil tanpa keraguan meskipun tengah cedera sekalipun. Sebelum pertandingan, aku sering merasa hendak muntah. Aku harus menahannya hingga berurai air mata.”

Dicaci Matthaeus, Dibela Hanke
Lothar Matthaeus kecam pernyataan Mertesacker.
corriere.it

Pernyataan itu membuat Matthaeus kesal. “Setelah pernyataan-pernyataan seperti itu, sebenarnya apa yang dia harapkan untuk terus aktif di sepak bola profesional? Bagaimana dia akan mengajari para pesepak bola muda tentang profesionalisme ketika dia mengatakan bahwa tekanan yang ada begitu berat? Itu tak akan berhasil!” tandas dia.

Matthaeus merujuk pada peran yang akan dilakoni Mertesacker usai pensiun nanti. Menurut rencana, mantan bek Werder Bremen itu akan menjadi Kepala Akademi Arsenal.

Berbeda dengan Matthaeus, Hanke¬†justru memberikan pujian. “Saya menulis via WhatsApp kepada Per. Saya katakan, pernyataannya itu sensasional. Saya pikir dia sungguh berani bicara seperti itu dalam wawancara. Saya akui, saya juga pernah merasakan hal yang sama dalam karier saya dan tahu persis para pemain saat ini pun berada dalam posisi yang sama,” jelas dia kepada Sport1.

Mengenai dampak pernyataan itu terhadap tugas Mertesacker ke depan, Hanke menilai tak ada masalah. “Justru sebaliknya, dia bisa menolong para pemain muda mengatasi masalah itu karena pernah mengalaminya. Per akan menjalankan tugas barunya dengan sangat baik,” yakin mantan striker timnas Jerman tersebut.

Hanke juga memberikan sentilan kepada Matthaeus. Dia mengungkapkan, tekanan yang dihadapi para pesepak bola zaman Matthaeus berbeda dengan saat ini. Kata dia, saat itu bahkan belum ada telepon seluler. Zaman itu, menurut mantan pemain Hannover 96 tersebut, para pesepak bola bisa lebih bebas dibanding sekarang.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.