Pellegrini Kecam Swansea Karena Pecat Monk

200

Manajer Manchester City, Manuel Pellegrini, mengecam sikap Swansea City karena memecat Garry Monk. Ia merasa Swansea terlalu gegabah dalam mengambil keputusan.

Pada tahun 2014, selepas kepergian manajer Michael Laudrup, Monk diangkat menjadi manajer interim. Di musim perdananya, Ia sanggup membawa Swansea bertahan di Premier League.

Pada musim 2014-15, pencapaian Monk terbilang luar biasa. Ia mampu membuat Swansea finis di peringkat kedelapan dan meraih poin terbanyak sepanjang sejarah klub.

Namun, setelah musim 2015-16 memasuki pekan ke-15, manajemen klub memutuskan untuk memecat Monk. Meski kontraknya masih tersisa hingga tahun 2018, Swansea merasa satu kemenangan dalam 11 pertandingan Premier League sudah tidak dapat ditoleransi.

Pellegrini menyatakan bahwa Ia tidak setuju dengan sikap Swansea. Ia menilai seharusnya Monk diberi waktu lebih banyak.

“Beberapa tahun yang lalu, tingkat kesabaran terhadap manajer di Inggris lebih tinggi,” ujar manajer asal Cile tersebut kepada Sky Sports.

“Garry Monk menjalani musim yang hebat musim lalu, dan sekarang Ia dipecat karena mereka kalah dalam dua atau tiga laga berturut-turut,” tambah dirinya.

“Menurut opini saya, setiap tim seharusnya dapat bermain lebih baik jika mereka bertahan dengan manajer yang sama. Saya tidak berpikir bahwa ini adalah cara yang tepat untuk mengurus sebuah klub,” pungkasnya.

Pada hari Sabtu (12/12), Man. City yang akan menjamu Swansea di Etihad Stadium. Sang tamu datang bersama caretaker mereka, Alan Curtis.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.