Football5star
Berita Sepak Bola Terkini Terlengkap Football5star.com

Ranieri Rindu Atmosfer dan Anthem Liga Champions

136

Kemenangan 2-0 atas Sunderland pada pekan lalu membuat satu kaki Leicester City sudah berada di pentas Liga Champions musim depan. Hanya beberapa skenario liar yang bisa menggagalkan mimpi tim berjuluk The Foxes itu. Manajer Claudio Ranieri pun mengaku sudah rindu mendengarkan anthem Liga Champions langsung dari pinggir lapangan.

Memang, sudah cukup lama Ranieri tak memimpin anak asuhnya tampil di Liga Champions. Terakhir dia memimpin tim di pinggir lapangan dalam sebuah pertandingan Liga Champions adalah pada babak 16-besar musim 2011-12 sebelum dikalahkan Olympique Marseille. Selepas itu, dia absen selama hampir empat tahun di kompetisi antarklub terakbar se-Eropa itu.

Akan tetapi, rasa rindu Ranieri terhadap atmosfer Liga Champions agaknya akan segera terobati. Musim depan, Leicester berpeluang menjadi salah satu kontestan Liga Champions jika berhasil mengamankan posisi setidaknya di tiga besar klasemen Liga Inggris. Pasalnya, jika hanya berada di peringkat keempat, peluang Leicester tampil langsung di fase grup Liga Champions belum terjamin. Ranieri pun tak mau jika timnya harus melalui babak play-off.

“Itu (babak play-off, Red.) hanya dua pertandingan dan bukan Liga Champions. Saya ingin memainkan enam laga (fase grup, Red.). Saya juga tak merasa akan ada musik (Liga Champions, Red.) di sana. Saya menyukai musik itu. Saya rasa (bisa lolos ke fase grup Liga Champions, Red.) adalah pencapaian fantastis. Berawal dari mimpi yang menjadi kenyataan, tapi kami harus menunggu lebih dulu,” bilang dia.

Bahkan, Leicester tak cuma mengejar misi tampil di Liga Champions. Ada satu asa lebih besar untuk menjuarai Liga Inggris dengan keunggulan tujuh poin di puncak klasemen dan sisa lima pertandingan lagi.

“Kami belum meraih apa-apa. Sepak bola sangat aneh. Jika anda tidak di sini, di Leicester, tapi di tempat lain, misal Manchester City atau Manchester United, dengan keunggulan tujuh poin, anda bisa mengatakan semua sudah selesai. Saat ini, anda tak bisa berpikir begitu. Kenapa? Karena kami Leicester. Kami masih harus berjuang dan tetap fokus serta tangguh. Kami menciptakan cerita bagus, tapi yang bisa membuat anda selalu dikenang dalam 30 atau 40 tahun adalah dengan juara,” pungkas Ranieri.