Newcastle, Benang Merah 4 Manajer Terakhir Sunderland

79

Empat manajer terakhir Sunderland punya kesamaan unik. Keempatnya sama-sama mengalahkan Newcastle United pada laga kedua mereka menjabat sebagai manajer. Uniknya, dalam laga debut keempatnya sama-sama terjungkal.

Tadi malam, Sam Allardyce meneruskan tradisi unik manajer baru Sunderland dengan mengalahkan Newcastle United 3-0 di kandang sendiri. Dalam partai sebelumnya, Sunderland kalah kala bertandang ke West Bromwich Albion, 0-1.

Pada 17 Maret 2015, manajer Sunderland sebelumnya, Dick Advocaat menjalani debut kurang manis. Sunderland kalah 0-1 kala bertandang ke kandang West Ham United. Di partai kedua, tim asuhannya sukses menekuk Newcastle 1-0 lewat gol Jermaine Defoe.

Sejarah itu juga sempat dirasakan Gustavo Poyet saat ditunjuk sebagai manajer The Black Cats pada 8 Oktober 2013. Ketika itu, tim asuhannya menelan pil pahit ketika bertandang ke Liberty Stadium, kandang Swansea City. Sunderland digunduli 0-4. Namun pada pekan kedua, Sunderland berhasil mengalahkan Newcastle United. Ketika itu, Sunderland unggul tipis 2-1 berkat gol Fabio Borini di menit-menit akhir.

Paolo Di Canio menjadi manajer pertama yang menciptakan tradisi ini. Pada partai pertama, ia harus mengakui keunggulan raksasa Inggris, Chelsea di Stamford Bridge dengan skor tipis 1-2. Namun pada pertandingan selanjutnya, Di Canio melumat Newcastle dengan skor 3-0. Tiga gol dari Stephane Sessegnon, Adam Johnson, dan David Vaughan berhasil mengangkat Sunderland dari zona degradasi kala itu.

Sebenarnya, tak hanya Newcastle United yang jadi benang merah empat pelatih terakhir Sunderland. Kesamaan lain antara tiga manajer sebelum Sam Allardyce adalah, semuanya dipecat tak lebih dari dua musim karena gagal mengangkat performa Sunderland. Apakah Big Sam akan selamat dari kutukan tersebut? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

You might also like More from author