Terbukti Rekrut Pemain di Bawah Umur, Everton Kena Sanksi

Football5star.com, Indonesia – Everton mendapatkan sanksi berat akibat merekrut pemain di bawah umur. Hukuman tersebut dijatuhkan setelah FA melakukan investigasi terkait kasus yang melibatkan pemain di bawah umur di tahun 2016 lalu. Everton dilarang melakukan transaksi pemain akademi selama dua tahun dan denda 500 ribu Paun atau sekitar 9 miliar Rupiah.

FA membuka kasus pendekatan pemain muda secara ilegal yang dilakukan oleh Martin Waldron. Waldron sendiri adalah Kepala Rekrutmen Akademi Everton yang bertugas untuk mencari bibit-bibit pemain muda untuk disekolahkan di akademi mereka. Everton sendiri telah mengakui melakukan pelanggaran dan melakukan investigasi inter terkait kasus yang terjadi di tahun 2016.

Everton terbukti memberikan laporan palsu kepada FA tentang bagaimana cara mereka mendatangkan enam pemain akademi mereka saat itu. Staf rekrutmen Everton terbukti membujuk pemain dan keluarganya untuk mau pindah ke Everton. Seiring berjalannya waktu, ditemukan fakta bahwa Everton melakukan ini kepada enam pemain lainnya. Dengan adanya dakwaan ini, The Toffes tak dapat mendatangkan pemain berusia 10 hingga 18 tahun sampai 2020.

Dalam rilis resmi yang dikeluarkan oleh Liga Primer menyebutkan bahwa mereka mendapatkan bukti adanya pelanggaran rekrutmen. Bukti tersebut disodorkan ke Everton dan mereka segera melakukan penyelidikan. Setelah melakukan penyelidikan, ternyata pelanggaran itu terbukti

Sebuah pernyataan dari Liga Primer berbunyi: “Liga Premier telah menghukum Everton FC karena melanggar aturan perekrutan pemain Akademi. Liga Premier menerima bukti yang menyatakan bahwa staf Everton Academy menawarkan bujukan kepada pemain dan keluarganya untuk mendorong pemain untuk mendaftar ke klub. Ketika disajikan dengan informasi ini, Everton segera mengakui tuduhan dan mengatur penyelidikan internal yang menetapkan bahwa kesalahan serupa telah terjadi dalam kaitannya dengan enam pemain Akademi lainnya.”
premierleague.com
premierleague.com

Menanggapi hukuman tersebut, Everton mengaku menerima hukuman tersebut dan berjanji kasus seperti ini tak akan terulang lagi di kesempatan berikutnya.

“Everton telah bekerja bersama Liga Primer selama beberapa minggu terakhir untuk melakukan penyelidikan penuh dan menyeluruh atas tuduhan yang berkaitan dengan metode operasional Akademi kami di beberapa bidang perekrutan pemain. Singkatnya, kami sangat kecewa dengan beberapa praktik yang kami temukan dan tidak sejalan dengan nilai-nilai kami dan tidak dapat diterima oleh Everton Football Club. Dengan demikian, kami telah menerima hukuman yang dikenakan pada kami oleh Liga Premier dan kami meminta maaf. Kami telah memulai peninjauan penuh atas operasi Akademi kami dan berkomitmen untuk memastikan bahwa masalah seperti ini tidak terjadi lagi di Everton.”

Comments
Loading...