Tersingkir di Piala FA, Stoke Pecat Hughes

175

Football5Star.com, Indonesia – Stoke City mengambil putusan tegas terkait kekalahan 1-2 dari klub League Two, Coventry City, di Babak III Piala FA, Sabtu (6/1/2018). Manajemen The Potters memutuskan untuk memecat manajer Mark Hughes. Mereka menilai kekalahan tersebut sebagai kulminasi dari rangkaian hasil buruk yang dituai Xherdan Shaqiri cs. sepanjang musim ini.

Stoke City dapat mengonfirmasi bahwa kontrak manajer Mark Hughes telah diputus. Kami berterima kasih kepada Mark atas pencapainnya selama 4,5 tahun, terutama membawa kami tiga kali finis di posisi ke-9 Premier League secara beruntun,” ungkap  keterangan resmi The Potters, Minggu (7/1/2018) WIB.

Para fans Stoke City sudah lama memendam kekeceawaan kepada Mark Hughes.
heraldscotland.com

Terkait sosok pengganti mantan striker timnas Wales dan Manchester United itu, manajemen Stoke belum bisa memberikan kepastian. “Klub akan menunjuk manajer baru sesegera mungkin dan pada saat ini tak bisa memberikan komentar apa pun mengenai hal tersebut,” jelas pernyataan resmi The Potters.

Putusan Stoke memecat Hughes tidaklah mengejutkan. Pasalnya, performa Shaqiri dkk. memang buruk sepanjang musim ini. Dalam 25 laga yang telah dilakoni di semua ajang, The Potters tercatat hanya meraup 6 kemenangan. Sisanya, mereka menuai 5 kali hasil imbang dan 14 kali kalah. Bahkan, dalam delapan laga terakhir, hanya sekali mereka menang. Tuntutan pemecatan sang manajer juga sudah kerap digaungkan para fans.

Hughes menjadi manajer ke-7 yang mengalami pemecatah di Premier League musim ini. Namun, dialah manajer pertama yang kehilangan pekerjaannya pada 2018. Enam manajer lain mengalami pemecatan pada 2017. Frank de Boer dipecat Crystal Palace pada September 2017. Bulan berikutnya, giliran Craig Shakespeare yang didepak Leicester City dan Ronald Koeman dilengserkan Everton.

Memasuki November 2017, dua manajer jusga terjengkang. Mereka adalah Slaven Bilic (West Ham United) dan Tony Pulis (West Bromwich Albion). Adapun pada Desember 2017, Paul Clement menyusul kelima koleganya tersebut saat diberhentikan oleh manajemen Swansea City.