Tragedi Ponsel yang Bikin Pique Takut Setengah Mati pada Roy Keane

Football5star.com, Indonesia – Gerard Pique mengenang masa-masa mudanya ketika bermain di tim junior Manchester United. Dirinya teringat pernah ketakutan karena kapten Manchester United, Roy Keane, memarahinya.

Gerard Pique menghabiskan sebagian besar karier juniornya di akademi Barcelona, La Masia. Pada 2004, dia menimba ilmu ke tim junior Manchester United hingga kembali ke Blaugrana pada 2008. Meski singkat, Pique punya pengalaman yang sangat berkesan di Manchester United.

Kejadian bermula ketika tim Man United tengah bersiap di ruang ganti sebelum pertandingan. Pique yang masih 18 tahun sempat minder karena dikelilingi pemain-pemain hebat seperti Ruud van Nistelrooy, Rio Ferdinand, dan Roy Keane. Namun dia bisa mengatasi itu hingga akhirnya terjadi sebuah insiden tak terduga.

Ketika suasana ruang ganti hening menunggu kehadiran pelatih, Sir Alex Ferguson, telepon genggam milik Pique bergetar tanda ada panggilan masuk. Suara itu bisa didengar oleh Roy Keane yang berada di sebelah Pique kala itu. Bak singa mengamuk, Keane mengedarkan pandangan ke sekeliling guna mencari sumber bunyi tersebut. Namun, pria asal Irlandia itu tak menemukan ponsel yang berbunyi tersebut.

“Dia lalu berteriak ke semua orang, ‘Ponsel siapa itu?!’ Dia meminta ponsel itu dimatikan. Satu kali tak ada jawaban, dua kali masih tak ada, hingga yang ketiga kalinya dia benar-benar mengamuk!” tutur Pique dilansir dari Telegraph.

Akhirnya Pique mengaku bahwa itu ponselnya. Keane pun langsung memarahi pemain asal Spanyol itu habis-habisan. Hal itu membuat Pique ketakutan setengah mati. Namun ia tak sakit hati. Menurutnya, itu merupakan pelajaran yang bagus kepada dirinya.

Comments
Loading...