Tuah Juara Leicester Berasal dari Mark Schwarzer

Jika ditanya siapa pahlawan Leicester City sampai bisa meraih gelar juara Liga Inggris musim ini, jawaban mungkin akan beragam. Dimulai dari Manajer Claudio Ranieri, winger Riyad Mahrez, striker Jamie Vadrdy, atau gelandang jangkar N’Golo Kante. Namun, mungkin tak banyak yang menyoroti Mark Schwarzer sebagai pemberi tuah.

Memang, Schwarzer hanya berstatus kiper pelapis di Leicester. Namun, kenyataannya dia yang membawa semangat juara ke tubuh tim. Dia datang ke Leicester membawa medali juara yang diraihnya kala membantu Chelsea meraih trofi juara Liga Inggris pada 2014-15.

Baik di Chelsea maupun di Leicester, Schwarzer bukan kiper pilihan utama. Musim ini, dia hanya tampil tiga kali di pentas Piala Liga Inggris dan menjadi cadangan Kasper Schmeichel di tim utama The Foxes.

Bahkan, pada musim lalu dia hanya menjadi kiper ketiga Chelsea di belakang Thibaut Courtois dan Petr Cech. Namun hebatnya, dari dua kesempatan beruntun, Schwarzer sukses meraih gelar juara Liga Inggris dengan dua tim berbeda. Meski sudah pindah ke Leicester pada pertengahan musim 2014-15, Schwarzer tetap memperoleh replika medali juara dari sang manajer, Jose Mourinho.

Dengan begitu, Schwarzer menjadi pemain pertama yang mampu meraih titel juara Liga Inggris dua musim beruntun dengan tim berbeda. Memang, catatan itu pernah diraih legenda asal Prancis, Eric Cantona kala menjadi juara bersama Leeds United pada 1990-91, dilanjutkan bersama Manchester United pada musim 1992-93.

Namun, dua gelar itu diraih Cantona di pentas berbeda. Leeds dibawa menjuarai Divisi Utama Liga Inggris, dan Manchester United kampiun pada musim inagurasi Premier League. Dengan begitu, hanya Schwarzer yang mencatat dua gelar beruntun dengan tim berbeda di era Premier League.

Tak cuma itu prestasi yang diraih kiper berkebangsaan Australia tersebut. Schwarzer sekaligus menjadi pemain tertua yang merebut titel juara pada usia 43 tahun. Selamat, Mark!

Comments
Loading...