Wali Kota Liverpool Minta Polisi Selidiki Transfer Barkley

252

Football5Star.com, Indonesia – Kepindahan Ross Barkley dari Everton ke Chelsea memang sudah rampung. Namun, transfer itu ternyata dipermasalahkan Joe Anderson, Wali Kota Liverpool. Tak main-main, sang wali kota mengajukan permintaan kepada polisi untuk mengusut kemungkinan adanya kecurangan dalam transfer itu.

Pengaduan tersebut terungkap ketika pada Selasa (9/1/2018), Liverpool Echo melaporkan adanya surat dari Anderson kepada pihak Premier League. Di dalam surat itu antara lain dinyatakan bahwa dia telah menghubungi kepolisian untuk melakukan penyelidikan terhadap adanya kecurangan.

Wali Kota Liverpool Joe Anderson mencium ketidakberesan dalam transfer Ross Barkley.
liverpoolecho.co.uk

Berdasarkan penelusuran Liverpool Echo, pengaduan Anderson diakui oleh Kepolisian Merseyside dan Kepolisian Metroplitan London. Juru bicara Kepolisian Merseyside bahkan menjelaskan, pengaduan dilakukan langsung oleh Anderson kepada Kepala Kepolisian Merseyside Andy Cooke. “Kami mengetahui hal ini dan nanti akan ada tanggapan,” ujar dia.

Dugaan Anderson didasarkan pada penurunan harga Barkley yang sangat drastis. Pada Agustus lalu, Farhad Moshiri, pemilik Everton, menyatakan bahwa Chelsea telah sepakat dengan harga 35 juta pounds. Namun, transfer itu ternyata batal karena sang pemain cedera. Anehnya, enam bulan kemudian, Barkley akhirnya menyeberang juga ke Stamford Bridge dengan harga hanya 15 juta pounds.

“Itu berarti ada penurunan nilai lebih dari satu juta pounds per pekan. Di satu sisi, ini menunjukkan betapa buruk manajemen Everton. Di sisi lain, ini bisa diasumsikan adanya kesengajaan untuk menjatuhkan nilai sang pemain di bursa transfer demi keuntungan sang pemain, agennya, dan klub pembeli,” tulis Anderson dalam suratnya. “Harus ada investigasi serius karena setidaknya publik menduga telah terjadi kolusi.”

Secara khusus, kepada pihak Premier League, sang wali kota yang dikenal vokal itu meminta adanya pengawasan lebih ketat terhadap kemungkinan adanya pihak-pihak yang meraup keuntungan secara ilegal dalam transfer pemain.