5 Laga Derby della Madonnina yang Tak Terlupakan

Football5star.com, Indonesia – Giornata kesembilan Serie A akan mempertemukan rival sekota antara Inter Milan vs AC Milan. Laga bertajuk Derby della Madonnina ini pun menyimpan beberapa laga yang tak terlupakan sepanjang sejarah.

Sama-sama berasal dari kota Milan dan sama-sama menggunakan Stadion Giuseppe Meazza sebagai kandang membuat Inter dan Milan selalu terlibat persaingan sengit. Bahkan, ketika kedua klub sedang mengalami penurunan performa, laga Derby della Madonnina tidak pernah kehilangan pamornya.

Dari total 197 pertemuan di semua kompetisi, tim Football5star.com menghimpun lima laga yang tak akan dilupakan tifosi kedua klub. Berikut di antaranya:


1. Hat-trick Perdana Mauro Icardi di Derby della Madonnina
Mauro Icardi, Inter Milan vs AC Milan, Serie A
mirror.co.uk

Kehebatan Mauro Icardi di Inter Milan memang tidak perlu diragukan lagi. Puncak performanya pun terjadi musim lalu dengan keluar sebagai top skorer Serie A dengan total 29 gol. Tiga dari 29 gol yang ia cetak musim lalu pun bersarang ke gawang Gianluigi Donnarumma.

Icardi menjadi bintang kemenangan Inter atas saudara tuanya itu. Sempat kejar mengejar gol, sang kapten akhirnya mengamankan tiga poin ketika penaltinya di menit terakhir mengantar I Nerazzuri menang 3-2. Hat-trick yang diciptakan itu pun mensejajarkan namanya dengan tiga pendahulu seperti Amedeo Amadei, Istvan Nyers, dan Diego Milito.


2. Dua Gol Injury Time di Dua Pertemuan dalam Semusim
acmilan.com

Musim 2016-2017 bisa dikatakan sebagai persaingan Inter dan Milan paling sengit. Bagaimana tidak, kedua tim sama-sama berhasil mencetak gol saat injury time di dua pertandingan berbeda. Pada pertemuan pertama, Ivan Perisic berhasil menyelamatkan muka La Beneamata setelah golnya di menit ke-92 memupus kemenangan Milan yang sudah di depan mata.

Pada pertemuan kedua, giliran Milan yang melakukan hal demikian. Inter yang sempat unggul dua gol di babak pertama harus puas mengakhiri laga dengan hasil imbang setelah sundulan Cristian Zapata di menit ke-97 membuat kedudukan sama kuat 2-2.


3. Air Mata Pertama dan Terakhir Ezequeil Schelotto
eurosport.com

Namanya mungkin tidak seharum Diego Milito atau Rodrigo Palacio. Tapi fans Inter akan selalu mengenang aksi heroik Ezequeil Schelotto. Dari sedikit menit bermain yang ia dapat bersama I Nerazzuri, laga besar bertajuk Derby della Madonnina musim 2012-2013 tidak akan pernah dilupakan.

Datang dari bangku cadangan, pemain asal Argentina itu sukses menyelamatkan muka timnya dari kekalahan. Gol yang ia cetak pada menit ke-71 sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Tapi bukan soal gol penyama yang membuat Schelotto dikenang, melainkan selebrasi emosionalnya. Air mata sang gelandang tumpah saat merayakan gol perdana dan terakhirnya untuk Inter.


4. Derbi Pertama di Liga Champions
90min.com

Kendati selalu bertemu tiap musimnya di Serie A, Inter dan Milan sepertinya tidak ditakdirkan bertemu di Liga Champions. Bahkan sepanjang sejarahnya mereka hanya dua kali “saling sikut” di kompetisi tertinggi Eropa tersebut. Tapi, laga yang tak terlupakan tentu saja terjadi pada semifinal musim 2002-2003.

Tidak ada yang menang memang dalam laga dua leg itu, tapi sistem gol tandang membuat Milan lebih diuntungkan. Bermain imbang 0-0 saat bertindak sebagai tuan rumah, I Rossoneri sukses menahan imbang Inter 1-1 di leg kedua saat menjadi tamu. Menariknya, laga ini sempat dihentikan beberapa menit setelah Interisti melempar suar ke lapangan hingga mengenai bahu kiper Milan, Dida.


5. Kekalahan Terbesar Inter Sepanjang Sejarah Derbi
sportskeeda.com

Satu laga yang takkan pernah dilupakan fans Inter terjadi pada musim 2000-2001. Mereka dituntut untuk menahan malu setelah melihat tim kesayangannya hancur lebur di tangan Milan. Bukan 0-3 atau 0-4 yang menghiasi papan skor ketika itu, tapi 0-6. Hasil ini sekaligus menjadi kekalahan terbesar sepanjang sejarah tim Biru-Hitam dari Milan.

Skor tidak wajar ini sekaligus menjadi momen memilukan kiper belia I Nerazzuri, Sebastian Frey. Inter pun dianggap terlalu berani mendatangkannya dari Cannes yang ketika itu baru berusia 18 tahun.

Comments
Loading...