Footbal5star
Berita Sepak Bola Terkini Terlengkap Football5star.com

Ada Batistuta Di Antara Fiorentina dan Roma

178

Fiorentina akan menjamu AS Roma di Artemio Franchi dalam laga lanjutan Liga Italia pada Minggu (25/10). Membicarakan kedua tim, tak akan lengkap tanpa nama Gabriel Batistuta.

Setelah menjalani awal karier yang gemilang di Liga Argentina, Batistuta yang di kala itu baru berumur 22 tahun mendapatkan kesempatan untuk menjajal kemampuan di Eropa. Tepatnya pada tahun 1991, Ia bergabung dengan Fiorentina.

Bersama Fiorentina, nama Batistuta mulai dikenal dunia. Ia mampu mencetak 14 gol di musim debutnya di Liga Italia, dan 19 gol di musim keduanya.

Namun, kemasyhuran Batistuta di mata para penggemar La Viola baru mulai benar-benar terbaca ketika klub tersebut terdegradasi ke Serie B pada 1993.

Batistuta, yang di ketika itu sudah diincar klub-klub ternama Eropa, memutuskan untuk bertahan dan berjuang bersama Fiorentina. Berkat 16 gol yang Ia ciptakan, Fiorentina hanya butuh satu musim untuk kembali ke Serie A.

Begitu kembali ke kasta tertinggi sepak bola Italia, Batistuta dan Fiorentina menggila. Mereka mulai dikenal sebagai salah satu tim terkuat di Italia. Hingga akhirnya, di tahun 1996, mereka mampu meraih Coppa Italia dan Supercoppa.

Kendati berhasil menjadi salah satu penyerang top di Italia bersama Fiorentina dan juga berhasil meraih juara Coppa, Batistuta belum merasa puas dengan pencapaiannya. Pada tahun 2000, pria kelahiran 1969 tersebut memutuskan untuk hijrah ke AS Roma dengan nilai transfer mencapai 30 juta Euro, sebuah rekor harga termahal untuk pemain di atas umur 30.

Batistuta, meninggalkan Fiorentina demi menjuarai Liga Italia. Sementara, Roma, membeli pemain asal Argentina tersebut dengan tujuan yang sama.

Harga yang dibayarkan Roma bukanlah sebuah kesia-siaan. Di musim pertama Batistuta, Ia mampu mengantar Giallorossi mendapatkan Scudetto pertamanya sejak 1983 dengan mencetak 20 gol.

Yang menarik adalah, mayoritas fan Fiorentina tidak membenci Batigol ketika Ia pindah ke Roma untuk mengejar mimpi pribadinya. Apa yang sudah diberikan oleh sang pemain selama sembilan tahun berkostum ungu dianggap lebih dari cukup.

Sementara, bagi fan Roma, kehadiran Batistuta sudah sangat dinanti-nantikan. Bagaimana tidak? Tak akan ada Scudetto jika tak ada Batistuta.

Ketika besok fan Fiorentina dan Roma datang ke Artemio Franchi, mereka dapat menatap patung perunggu Batistuta di depan stadion dengan memori indahnya masing-masing.