Boban Kritik Milan karena Tidak Beli Pemain Bintang

Football5star.com, Indonesia – Legenda AC Milan, Zvonimir Boban, mengkritik aktivitas transfer Rossoneri selama bursa transfer musim panas 2017. Menurutnya, klub merah-hitam tersebut membeli banyak pemain tetapi tidak ada yang berstatus superstar sehingga mereka sulit meraih scudetto.

Milan termasuk tim yang paling royal sebelum jendela transfer ditutup pada 31 Agustus. Tim yang bermarkas di San Siro tersebut memboyong setidaknya 10 muka baru setelah kondisi keuangan mereka membaik menyusul suntikan dana dari pemilik baru asal China, Yonghong Li.

“Juventus masih menjadi tim paling favorit untuk meraih scudetto. Milan mampu mendatangkan banyak pemain bagus tetapi tidak ada bintang. Tidak akan mudah meraih kemenangan dengan begitu banyak pemain baru, tetapi semoga saya salah,” ujar Boban, yang berkostum Milan pada 1991-2001, kepada Blick.

“Milan merupakan tim terbaik yang pernah saya bela, di mana ada tiga pemain top Belanda, (Ruud) Gullit, (Frank) Rijkaard dan (Marco) Van Basten. Di sana juga ada (Jean-Pierre) Papin, (Dejan) Savicevic dan Boban.”

“Kemudian, di sana juga ada pemain-pemain terbaik Italia pada era itu, (Franco) Baresi) dan (Paolo) Maldini.”

Nama Boban pernah menjadi perbincangan hangat di seluruh dunia ketika melakukan aksi menendang polisi dalam pertandingan Dinamo Zagreb versus Red Star Belgrade, saat terjadi perkelahian di tribune. Kapten Dinamo Zagreb ini (memperkuat Zagreb dari 1985-1991) mengaku melakukan hal tersebut sebagai tanda melawan penindasan.

“Itu merupakan isyarat untuk kebebasan dan melawan penindasan. Selama bertahun-tahun negara kami ditindas dan ketika saya melihat mereka menghantam anak muda berkali-kali, saya tidak bisa diam,” ujarnya.

“Sebelumnya saya tidak pernah terlibat dalam perkelahian,” tambah mantan pesepak bola Kroasia ini.

Comments
Loading...