Buffon Belum Pastikan Masa Depannya

Football5Star.com, Indonesia – Gianlugi Buffon masih memberikan teka-teki soal masa depannya. Dia belum bisa memastikan akan pensiun seperti rencana semula atau justru lanjut seperti anjuran beberapa pihak. Menurut kiper Juventus itu, masa depannya baru bisa dipastikan pada akhir musim nanti.

Buffon mengatakan, dirinya akan melihat sejauh mana motivasi dan hasrat bermainnya pada pengujung musim. “Motivasi adalah segalanya. Sepanjang masih ingin berjuang dan bertarung, aku akan lanjut bermain. Setelah hasrat yang memotivasiku pada tahun-tahun pertama, aku menetapkan target sendiri sebagai tantangan. Aku selalu berjuang meraih target lebih besar,” terang Buffon seperti dikutip Football5Star.com, dari Tuttosport, Selasa (13/3/2018).

Gianluigi Buffon masih jadi andalan Juventus pada musim ini.
fussball.com

Lebih lanjut, dia menjelaskan, putusan terkait masa depannya nanti akan diambil bersama pihak Juventus. “Bersama klub, aku perlu melihat tingkat energi yang kumiliki dan memutuskan apakah aku bisa lanjut atau tidak,” tegas pemain berumur 40 tahun itu.

Terlepas dari ketidakpastian itu, Buffon mengaku tetap akan senang apa pun putusan yang dibuatnya nanti. Terus berkiprah di lapangan hijau atau pensiun tidak akan jauh berbeda bagi pemain yang melesat bersama FC Parma tersebut.

“Hal yang membuatku senang, apa pun masa depanku, aku akan tetap merasa tenteram dan bersyukur atas karierku. Juga atas segala yang telah kuberikan kepada Juventus, Parma, timnas Italia, dan dunia sepak bola. Aku tahu, aku selalu mengedepankan keseriusan dan tak egois. Aku selalu menempatkan kebaikan tim di atas kepentingan pribadiku,” pungkas kapten Juventus itu.

Buffon sejatinya berencana pensiun usai Piala Dunia 2018. Namun, kegagalan Italia lolos ke Rusia 2018 membuat dia berpikir ulang. Belakangan, dia malah kembali dipertimbangkan untuk tetap memperkuat Gli Azzurri oleh pelatih sementara, Luigi Di Biagio.


Tahukah Anda?

Gianluigi Buffon telah tiga kali tampil di final Liga Champions. Namun, dia selalu gagal mengantar klubnya juara. Pada 2002-03, Juventus kalah adu penalti dari AC Milan. Pada 2014-15, giliran Barcelona yang menekuk I Bianconeri di partai puncak dengan skor 3-1. Lalu, pada 2016-17, Real Madrid menggasak La Vecchia Signora 4-1.

Comments
Loading...