Hamsik Ingin Kikis Mitos Maradona di Napoli

339

Football5Star.com, Indonesia – Di Napoli, Diego Maradona adalah mitos tersendiri. Legenda sepak bola asal Argentina itu adalah Il Dio ‘Sang Dewa’ bagi masyarakat kota tersebut. Itu karena Maradona memang sosok luar biasa selama membela I Partenopei. Dia pula bintang terakhir yang mampu mempersembahkan Scudetto bagi Napoli. Namun, Marek Hamsik ingin mengikis mitos tersebut.

Hal itu diungkapkan Hamsik dalam wawancara dengan Sport1, Selasa (13/2/2018), jelang laga menjamu wakil Jerman, RasenBallsport Leipzig, di Liga Europa. Dia menilai sudah saatnya mengganti mitos Maradona dengan mitos baru. Caranya, tentu saja dengan meraih Scudetto Serie A, sesuatu yang dilakukan Maradona tiga dekade silam.

Marek Hamsik bersama Diego Maradona.
Twitter @sscnapoli

“Tentu saja kami tahu bahwa Diego sangat bermakna bagi kota ini. Dia itu nomor satu dan akan begitu selamanya,” urai Hamsik. “Meskipun demikian, kami harus dan ingin mengikis mitos itu sedikit demi sedikit dengan menjadi juara. Sudah sangat lama sejak kali terakhir Napoli meraih gelar. Jadi, akan sangat indah bila kami bisa mengulangi itu kali ini.”

Harapan untuk mengikis mitos sang legenda cukup terbuka. Saat ini, I Partenopei masih memimpin classifica Serie A. Namun, mereka tak boleh lengah. Pasalnya, Juventus hanya satu poin di belakang mereka. Sekali terpeleset saja bisa membuat posisi anak-anak asuh Maurizio Sarri dikudeta sang petahana. Bila itu terjadi, impian merebut Scudetto bisa sirna seperti dua musim lalu.

Secara khusus, walaupun kini sudah menjadi legenda baru dengan melewati rekor gol Il Dio, Hamsik menegaskan bahwa dirinya sosok yang berbeda dari¬†Maradona. “Tak ada kesamaan di antara kami. Dia seorang penyerang dengan imajinasi luar biasa. Aku adalah tipe pemain yang berbeda dan puas akan hal itu,” terang dia.

Lebih lanjut, pemain asal Slowakia itu mengaku tak mengidolakan sang legenda. Pasalnya, dia tumbuh bukan pada masa keemasan Maradona. Meskipun sempat melihat beberapa pertandingan yang dilakoni kapten Argentina saat juara Piala Dunia 1986 itu, dia mengaku punya sosok-sosok lain yang dijadikan rujukan.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.