Bek Lazio Bangga Bisa Buat Ronaldo Marah

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5Star.com, Indonesia – Wallace, bek Lazio, mengaku sangat bangga bisa membuat Cristiano Ronaldo kesal saat bertemu pada akhir pekan lalu. Apalagi hal itu lantas dipuji oleh megabintang Juventus tersebut.

Dalam laga Juventus melawan Lazio, Wallace berkali-kali mengawal dan mengganjal Ronaldo. Hal itu bahkan sampai membuat mantan penggawa Real Madrid tersebut kesal.

“Saat pertandingan, Ronaldo agak marah karena aku sekali atau dua kali melanggar dia,” urai Wallace seperti dikutip Football5Star.com dari Globo Esporte.

Hal yang membuat bek berumur 23 tahun itu angkat topi, Ronaldo menunjukkan sportivitas luar biasa. Meski kesal dan agak marah, dia tetap bisa menguasai emosinya dengan baik.

Aksi Wallace tahan Cristiano Ronaldo saat Lazio hadapi Juventus.
corrieredellosport.it

“Kesal, dia sempat medorongku, tapi kemudian menghampiriku dan meminta maaf. Kami berbincang sebentar (usai laga), lalu dia memberikan ucapan selamat dan mengatakan aku telah bermain dengan sangat baik,” terang dia.

Pertarungan di lapangan itu pun mendatangkan berkah bagi Wallace. Pasalnya, dia lantas bertukar kostum dengan sang megabintang. Itu membuat dia luar biasa senang.

“Pada kesempatan itu, aku meminta kostum yang dipakainya dan aku pun memberikan kostumku. Aku akan membingkai kostum itu dan tak akan kubiarkan ada yang menyentuhnya!” girang pemain berumur 23 tahun tersebut.

Penampilan apik mengawal Ronaldo itu bukan sebuah kebetulan. Wallace sepekan penuh berkonsentrasi mempersiapkan diri untuk menghadapi CR7. Dia sangat tertantang dan termotivasi oleh anggapan dia tak akan bisa menghentikan sang megabintang.

“Semua orang mengatakan, aku akan kesulitan, tak akan bisa berbuat apa-apa menghadapi Cristiano Roanldo. Namun, itu justru memotivasiku. Kutanamkan di kepalaku, ‘Aku harus tampil sempurna, tak boleh berlaku bodoh!'” papar bek asal Brasil tersebut.

Hasilnya, meskipun Juventus menang 2-0, Ronaldo tak mampu menjebol gawang Lazio yang dikawal Thomas Strakosha.

Comments
Loading...