Matuidi Kembali Jadi Korban Rasialisme

333

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Juventus, Blaise Matuidi, menjadi korban rasialisme dari para suporter Cagliari pada Minggu (7/1/2018). Ia menegaskan tidak merasa terintimidasi dan akan selalu melawan segala bentuk rasialisme.

Dalam laga lanjutan Liga Italia yang digelar di Stadion Sant’Elia tersebut, Matuidi tampil selama 90 menit penuh. Ia mengaku sempat meminta wasit untuk melakukan intervensi (menghentikan pertandingan), tetapi permintaannya tidak digubris.

blaise matuidi, juventus

Meski demikian, Matuidi tidak gentar. Ia justru mengucapkan terima kasih atas dukungan dari para penggemarnya dan mengingatkan bahwa rasialisme tidak memiliki tempat dalam dunia sepak bola.

“Hari ini, saya mengalami (aksi) rasialisme ketika pertandingan berjalan. Orang-orang lemah mencoba mengintimidasi saya dengan kebencian. Saya bukanlah seorang pendendam dan hanya bisa prihatin terhadap mereka yang menjadi contoh buruk,” tutur Matuidi seperti yang dikutip AFP.

“Sepak bola adalah sebuah cara untuk menyebarkan kesetaraan, semangat, dan inspirasi. Untuk hal itulah saya bermain. Salam damai,” ujar dirinya.

Ini bukan pertama kalinya pemain asal Prancis tersebut menjadi korban rasialisme. Ia mendapatkan serangan verbal dari suporter Hellas Verona di Stadion Marc’Antonio Bentegodi pada pengujung Desember lalu, yang berujung dengan denda sebesar 20.000 Euro kepada Verona.

Ini juga bukan pertama kalinya suporter Cagliari kedapatan melakukan aksi rasialisme. Pada musim 2016-17, mereka pernah mengejek Sulley Ali Muntari yang ketika itu membela Pescara. Muntari bahkan sampai memutuskan untuk keluar lapangan, tetapi malah mendapatkan kartu merah dari wasit.

Pihak Liga Italia diyakini akan melakukan investigasi terkait insiden ini. Jika terbukti bersalah, hampir dapat dipastikan mereka akan menerima hukuman serupa seperti yang didapatkan oleh Verona.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.